Fenomena Berburu Telolet di Tanjung Barat, Hiburan Berbahaya Bagi Anak di Jaksel

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
'Om telolet om' dari Indonesia jadi trending topic dunia. Foto: Bagus Permadi
zoom-in-whitePerbesar
'Om telolet om' dari Indonesia jadi trending topic dunia. Foto: Bagus Permadi

Malam minggu kamu ke mana? Sebaiknya hindari melintas di kawasan Tanjung Barat Jakarta Selatan arah Depok, ada kemacetan.

Seperti kumparan alami saat melintas di kawasan Tanjung Barat, di bawah flyover TB Simatupang, pada Sabtu (8/2) pukul 19.00 WIB, ratusan orang didominasi anak-anak berdiri di pinggir jalan.

Dimulai dari di bawah flyover hingga nyaris sampai Stasiun Tanjung Barat, anak-anak berdiri di pinggir jalan. Mereka menenteng HP dan berteriak-teriak.

"Telolet, telolet, " kala bus-bus besar melintas.

Bus-bus itu memberi jawaban dengan bunyi klakson panjang berirama lagu.

Anak-anak di kawasan Terminal Kalideres mencari bus yang memiliki suara klakson khas yang berbunyi "telolet" Foto: Fanny Kusumawardhani

Anak-anak itu bersorak kegirangan menyambut lantunan klakson telolet. Yang agak merisaukan, tak sedikit dari anak-anak itu yang berboncengan dengan temannya mengikuti bus dan merekam dengan HP.

Yang tak kalah mengejutkan, bahkan tak sedikit orang tua yang menemani dengan motor. Jadi si bapak menyetir motornya, si anak yang dibonceng merekam dengan HP.

Senyum gembira terlihat dari wajah anak-anak kala berhasil memvideokan bus dan mendapatkan irama telolet.

instagram embed

Tapi di balik senyum itu sesungguhnya ada bahaya mengancam, seperti kecelakaan lalu lintas. Sering kali kita mendengar kecelakaan anak-anak hingga tewas karena mengejar bus telolet.

Sayangnya tak ada sama sekali aparat yang melakukan penertiban fenomena berburu telolet di kawasan Tanjung Barat itu.

Tak ada petugas kepolisian atau Dishub yang bergerak menertibkan.

"Ini biasanya ramai mulai abis Magrib, ya bikin macet sih " kata Umar seorang pedagang yang berjualan di sekitaran lokasi.

Petugas melakukan olah TKP. Foto: Dok Satlantas Polresta Serang Kota

Kata Umar, tak hanya akhir pekan, hari biasa juga ada anak-anak yang berburu telolet. Tapi malam Minggu lebih banyak.

"Saya juga gak tahu apa asyiknya, namanya anak-anak kali buat hiburan diupload di medsos," ujar Umar.

Sambil bergurau Umar menuturkan, nanti bulan puasa sambil nunggu buka puasa mungkin lebih ramai.

"Ngabuburit mas, " tutupnya.