Fenomena PSBB Jakarta: Bekasi Jadi Pilihan Orang Kantoran Meeting
·waktu baca 3 menit

PSBB berlaku ketat di Jakarta. Makan tak boleh dine in. Pertemuan di hotel dibatasi dan juga perkantoran tak bisa beroperasi normal.
Tapi namanya orang bisa saja mengakalinya. PSBB Jakarta tak menghalangi orang kantoran baik swasta atau kementerian untuk bertemu mengadakan rapat atau meeting.
Saat ini muncul fenomena meeting kantor dipindahkan ke Bekasi, Bogor, Tangerang, Tangsel, atau kawasan lainnya di luar Jakarta.
Aturan di kota penyangga Jakarta itu mendukung orang kantoran untuk meeting karena tak berlaku PSBB seketat Jakarta, walau dibatasi tidak bisa hingga larut malam.
Seperti pengalaman seorang tenaga marketing di perusahaan swasta asing ini. Sebut saja namanya Mul. Kata dia, rapat urgen yang mengharuskan tatap muka kini digeser ke Bekasi. Demikian juga bila bertemu dengan klien.
"Jakarta PSBB soalnya, jadi geser ke Bekasi, di mal atau di hotel," kata Mul kepada kumparan, Kamis (1/10).
Pengakuan soal rapat geser keluar Jakarta ini bukan hanya datang dari Mul. Tapi juga dari pegawai kementerian. Sebut saja namanya Riza.
"Jakarta kan enggak bisa, jadi geser keluar kota. Bekasi, Tangsel, atau Bogor," ujar dia.
Di kota-kota satelit Jakarta peraturan lebih lunak. Yang penting pakai protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak saat di ruang rapat.
Aturan Berkumpul di Bodebek
Sebenarnya, PSBB proporsional di Bodebek sudah diperpanjang sampai 27 Oktober 2020.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan bentuk PSBM bisa berupa pembatasan skala kelurahan. Penerapan pembatasan sosial seperti ini pernah diterapkan untuk mengendalikan penularan virus corona klaster Secapa TNI AD di Kelurahan Hegarmanah, Bandung.
Rumah makan, kafe, dan restoran tetap diizinkan melayani makan di tempat atau dine in dengan kapasitas maksimal 50%.
PSBB proporsional juga tak mengatur soal aktivitas di perkantoran. Berbeda dengan PSBB di DKI yang hanya membolehkan karyawan ke kantor dengan kapasitas hanya 25 persen.
Depok dan Kota Bogor memberlakukan jam malam. Di Depok, mal, minimarket, restoran, dan kafe boleh buka hanya hingga pukul 18.00 WIB. Jasa layanan antar sampai pukul 21.00 WIB dan aktivitas warga di luar rumah pukul 20.00 WIB
Sementara di Kota Bogor, sektor formal (restoran, kafe, mal, pusat perdagangan) boleh buka sampai pukul 20.00 WIB
Lalu untuk sektor informal seperti PKL dan perdagangan mikro boleh beroperasi sampai pukul 21.00 WIB.
Luhut Sebut Kasus Corona di Bodebek Tinggi
Jumlah kasus positif virus corona di DKI Jakarta pada periode 12-23 September 2020 menunjukkan tren pelambatan. Namun pada wilayah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) yang merupakan wilayah penyangga DKI Jakarta masih ada kenaikan selama seminggu terakhir.
Kondisi ini terungkap saat rakor antisipasi perkembangan kasus virus corona di Jabodetabek secara virtual yang dipimpin Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada Kamis (24/9).
Atas kondisi ini, Luhut selaku Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional meminta agar faktor kedisiplinan protokol kesehatan di wilayah Bodetabek diperketat.
Jubir Menko Marves, Jodi Mahardi, mengatakan Luhut memberikan anjuran ini karena melihat ada pergerakan warga Jakarta ke wilayah Bodetabek saat PSBB ketat.
“Aktivitas warga DKI Jakarta yang karena PSBB pergi ke restoran atau ke kafe di wilayah Bodetabek, artinya perlu pengetatan protokol kesehatan di sana untuk pengendalian COVID-19,” beber Jodi dalam keterangan resmi Kemenko Marves.
