Wagub DKI: Mobilitas Warga Turun Selama PSBB Ketat

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria di Sosialisasi pembebasan lahan Sodetan Kali Ciliwung, Jakarta Timur. Foto: Instagram/@bangariza
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria di Sosialisasi pembebasan lahan Sodetan Kali Ciliwung, Jakarta Timur. Foto: Instagram/@bangariza

Jakarta kembali menerapkan PSBB ketat untuk mencegah penularan corona semakin tinggi. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, selama penerapan PSBB ketat ini, mobilitas warga juga ikut turun.

"Memang sejak kita PSBB yang kita perketat, pelonggaran dari 50 jadi 25 persen, kemudian 50 persen jadi ditutup untuk sementara, sesungguhnya mobilitas warga itu menurun. Seiring dengan penutupan unit usaha dan unit kegiatan," kata Riza di Balai Kota, Jakarta, Kamis (1/10).

Namun dia tak menampik jika ada pergerakan warga ke daerah penyangga. Sebab saat ini semua hiburan di Jakarta hingga layanan dine in di restoran ditutup.

kumparan post embed

"Memang ada pergerakan warga Jakarta yang keluar ke sekitar Jakarta. Makan ke Tangerang, Depok, Bogor, Bekasi karena di Jakarta enggak boleh makan di tempat. Bolehnya pesan antar. Sehingga memang di kabupaten/kota sekitar Jakarta ada peningkatan orang yang keluar makan," ujarnya.

Dia mengatakan, terkait hal itu pihaknya berkoordinasi dengan wilayah penyangga. Demi mendapatkan solusi terbaik dalam keadaan pandemi ini.

"Kami minta, kita kerja sama dengan kota/kab, Jakarta untuk sama-sama sinergi positif menjaga, terus melaksanakan protokol COVID sekalipun di tempat-tempat tersebut, di tempat yang dimungkinkan makan di tempat. Kami selama ini koordinasi rapat dialog bekerja sama cari solusi terbaik untuk kepentingan bersama," tuturnya.

****

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

embed from external kumparan