Fenomena Waterspout Seperti Puting Beliung di Perairan Luwuk, Sulteng

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Angin puting beliung diperairan Luwuk, Banggai, Sulteng. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Angin puting beliung diperairan Luwuk, Banggai, Sulteng. Foto: Dok. Istimewa

Masyarakat Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah dihebohkan dengan adanya pusaran angin yang seperti angin puting beliung di perairan laut kilometer 8, Jumat (19/3) sore.

Warga pun langsung menyelamat diri ke tempat yang lebih aman. Prokester BMKG Kelas II Palu menjelaskan fenomena ini disebut waterspout atau belalai air yang jarang terjadi.

"Fenomena alam bernama waterspout (belalai air) angin terjadi akibat perkempulan awan komulonimbus dan ditambah angin cukup kencang," ungkap Affan, Jumat malam.

Ilustrasi waterspout atau angin puting beliung di laut. Foto: ANTARA FOTO/M N Kanwa

Menurutnya, waterspout cukup membahayakan bagi para nelayan yang sedang berada di laut, karena dapat mengangkat perahu hingga menenggelamkannya.

Sedangkan untuk masyarakat di darat bahayanya tidak begitu besar. Namun jika fenomena alam ini terjadi di darat disebut angin puting beliung dan cukup membahayakan.

Angin puting beliung diperairan Luwuk, Banggai, Sulteng. Foto: Dok. Istimewa