Filipina Tetapkan Demam Berdarah Sebagai Wabah Nasional

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustasi fogging untuk mencegah demam berdarah Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustasi fogging untuk mencegah demam berdarah Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Pemerintah Filipina menetapkan demam berdarah menjadi wabah nasional. Pengumuman tersebut disampaikan usai ratusan orang meninggal karena demam berdarah.

Laporan dari Aljazeera, Rabu (7/8), Kementerian Kesehatan Filipina menyatakan sejak Januari hingga Juli tercatat ada sekitar 146.062 warga yang terserang demam berdarah. Jumlah orang yang terjangkit menunjukkan adanya peningkatan sebesar 98 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018.

Sementara itu, demam berdarah juga dilaporkan telah menyebabkan kematian kepada 622 warga.

Ilustasi fogging untuk mencegah demam berdarah Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Daerah paling banyak tertular demam berdarah adalah Filipina bagian tengah, Luzon dan Mindanao.

Pemerintah pun mengingatkan warga untuk tetap awas dan waspada terhadap wabah demam berdarah. Sejumlah daerah juga diminta untuk menggunakan dana respons cepat khusus untuk segera membasmi nyamuk.

Ilustasi fogging untuk mencegah demam berdarah Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Demam berdarah adalah penyakit yang berasal dari virus yang dibawa nyamuk dan biasanya ditemukan di negara-negara tropis.

Penyakit demam berdarah apabila tidak ditangani dengan baik, bisa juga menyebabkan kematian. Tidak hanya di Filipina, sejumlah negara di Asia Tenggara juga mengalami masalah yang sama. Di Malaysia ada sekitar 62.421 kasus demam berdarah hingga 29 Juni, 93 diantaranya meninggal dunia.