FISIP UI Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Ade Armando di Demo 11 April

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi membawa Ade Armando yang terluka saat demo 11 April di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (11/4). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Polisi membawa Ade Armando yang terluka saat demo 11 April di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (11/4). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

FISIP UI prihatin dan memberikan atensi penuh atas kasus pengeroyokan yang terjadi pada Dr. Ade Armando saat demo di depan Gedung DPR, Senin (14/1) siang. Ada merupakan salah satu Dosen Tetap pada Departemen Komunikasi FISIP UI.

"Kemaslahatan beliau menjadi perhatian kami. Sungguhpun kehadiran dan pernyataan-pernyataan beliau berada di ranah pribadi yang bersangkutan," kata Dekan FISIP UI Prof Semiarto Aji Purwanto dalam keterangannya.

Ade dipukuli sampai babak belur oleh sejumlah massa yang diduga menyusupi aksi damai mahasiswa. Kejadian sekitar pukul 16.20 WIB.

Wartawan kumparan yang ada di lokasi sempat melihat Ade bahkan sempat ditelanjangi. Polisi pun langsung bergegas memisahkan Ade dari kerubungan massa.

Ade dibopong oleh polisi, salah satunya Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Setyo. Darah terlihat jelas mengucur di wajah Ade. Kini Ade mendapat perawatan di sebuah rumah sakit.

Polisi mengatakan, sudah mengamankan sejumlah pelaku pengoroyokan. Namun belum semua, aparat meminta mereka menyerahkan diri.

"Kami selaku Pimpinan FISIP UI mengharapkan perhatian dan upaya penegak hukum untuk menangani kasus pengeroyokan ini dengan sebenar-benarnya," tutur Semiarto.

Ade Armando tiba-tiba hadir di gedung DPR, katanya untuk memantau demo mahasiswa dan sejumlah elemen lainnya. Namun, ia justru menjadi sasaran amukan massa yang ricuh.

Pernyataan FISIP UI soal Pengeroyokan Ade Armando. Foto: Dok. FISIP UI