Fisipol UGM Janji Tingkatkan Sistem Kesehatan Mental Buntut Mahasiswa Bunuh Diri

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana kampus Fisipol UGM
 Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana kampus Fisipol UGM Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Seorang mahasiswa Fisipol UGM berinisial TSR (18) berjenis kelamin laki-laki meninggal dunia setelah jatuh dari lantai 11 Porta Hotel, Colombo, Kabupaten Sleman, Sabtu (8/10) lalu. Belakangan, polisi memastikan bahwa korban bunuh diri.

Dekan Fisipol UGM, Wawan Mas'udi, berjanji pihaknya akan mengembangkan sistem kesehatan mental yang lebih luas di fakultasnya.

"Kita ada konseling, kita ada psikolog, kita ada peer counselor juga. Cuma kan peristiwanya kemarin membuat kita shocking dan tentu kita di fakultas akan semakin memperkuat apa yang kita sebut mental health system," kata Wawan ditemui di kantornya, Senin (10/10).

Apa yang sudah dimiliki fakultas ini, ke depannya akan terus diperluas. Terlebih, masalah yang dihadapi oleh mahasiswa sangat kompleks.

"Terus terang sudah ada, ya, kami sudah punya psikolog juga kami punya peer counselor dan macam-macam tadi. Cuma ini kan masalah yang dihadapi oleh anak-anak muda itu kan luar biasa. Tidak semuanya ada di kampus, di luar kampus, pertemanan, mungkin keluarga dan lain sebagainya," ujarnya.

"Ini kami sedang mencoba untuk semakin meningkatkan ini, sekaligus komunikasi lebih insentif dengan orang tua, ya," bebernya.

Terkait kasus kemarin, Wawan menjelaskan bahwa dia turut ke lokasi dan bertemu dengan orang tua korban. Menurutnya, ibu korban sangat terpukul atas peristiwa ini.

"Sekarang biarkan orang tuanya tenang dulu," katanya.

Kapolsek Bulak Sumur Kompol Sumanto menjelaskan bahwa mahasiswa Fisipol UGM berinisial TSR (18) berjenis kelamin laki-laki yang meninggal dunia setelah jatuh dari lantai 11 Porta Hotel, Colombo, Kabupaten Sleman, Sabtu (8/10) lalu, bunuh diri.

"Nggih, (korban) bunuh diri. Udah dikubur oleh orang tuanya, tadi malam langsung dijemput," kata Sumanto dihubungi awak media, Minggu (9/10).

Jenazah korban telah diambil oleh pihak keluarga dari Rumah Sakit Bhayangkara Yogyakarta dan dibawa ke Kendal, Jawa Tengah untuk dimakamkan.

"Dari Polsek juga menyerahkan ke pihak keluarga, beres administrasi langsung dibawa," ujarnya.

Keluarga korban sudah menerima. Menurutnya ibu korban juga sudah memiliki firasat. Terlebih anaknya saat itu dalam perawatan psikolog.

"Ibunya juga sudah firasatnya ada, kan ibunya itu juga di sini Sabtu pagi itu. Maksudnya, kan, psikologisnya terganggu anak itu. Ada surat dari dokter juga," ujarnya.

Sebelumnya, dugaan bunuh diri ini sudah disampaikan Sumanto. Selain dari surat keterangan yang ada di tas korban, karyawan hotel juga sempat memperingatkan korban untuk tidak mendekat ke pagar.

"Sempat diperingatkan sama karyawan, sudah mendekat pagar jangan loncat sudah diingatkan infonya. Dari lantai 11," ujarnya.