Fokus Tito Sebagai Mendagri: Mendukung Investasi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Usai dilantik sebagai Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, akan segera berkoordinasi meminta paparan dari jajaran eselon 1 Kemendagri berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi sebagai Mendagri. Namun, Tito mengatakan, sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo, ia akan bersinergi dengan seluruh pemda guna memberikan jaminan dan kepastian hukum serta mempermudah investasi di Indonesia.

"Ada beberapa yang dia (Presiden Jokowi) sampaikan, di antaranya penyederhanaan mendukung investasi tadi, kedua reformasi birokrasi kemudian merubah kultur pemerintahan baik tingkat perusahaan daerah, agar lebih bersifat melayani, bukan kultur feodalistik, itu yang ditekankan beliau," kata Tito usai acara sertijab di Kemendagri, Jakarta, Rabu (23/10).

Menurut Tito, Jokowi berpesan kepadanya agar ritme kerja pemerintah daerah bisa lebih cepat, termasuk dalam pengambilan keputusan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Tito yakin, pengalaman dia sebagai Kapolri dan juga Kapolda akan sedikit memberikan kemudahan untuk menjalani semua arahan yang telah diberikan presiden kepadanya.

"Kemudian ada beberapa yang lain itu masukan beliau, perintah beliau saya melihat itu ke dalam seperti apa yang sudah dikerjakan setelah itu merumuskan apa yang akan dikerjakan, asalkan cepat, gitu," ucap Tito.

"Dan pengalaman saya sebagai Kapolri Kapolda ini menjadi modal bagi saya ditambah dengan selama ini bersentuhan dengan Kemendagri menjadi modal bagi saya untuk merumuskan langkah apa yang harus dikerjakan kedepan," imbuhnya.

Terkait dengan langkah memudahkan investasi di pusat maupun di daerah, Tito juga akan berkoordinasi dengan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia serta Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Sebab, kata Tito, jaminan kemudahan investasi baik dari luar maupun dalam negeri adalah keamanan.

"Karena untuk melakukan investasi salah satu syarat utama adalah keamanan itu nomor satu, kemudahan untuk perizinan, kemudian kepastian hukum," sebut Tito.