Foto: Antusiasme Warga dan Turis pada Festival Ular di Cocullo, Italia

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kembang api menyala sebagai pertanda telah dimulai perayaan Festival Ular di desa Cocullo, wilayah Abruzzo, Italia, Rabu (1/5). Foto: AFP/Filippo Monteforte
zoom-in-whitePerbesar
Kembang api menyala sebagai pertanda telah dimulai perayaan Festival Ular di desa Cocullo, wilayah Abruzzo, Italia, Rabu (1/5). Foto: AFP/Filippo Monteforte

Ratusan warga desa di Cocullo, Provinsi L'Aquila, merayakan pesta Santo Dominikus Abas dengan nama Festa dei Serpari pada Rabu (1/5) lalu. Pesta ini merupakan sebuah upacara keagamaan kuno, yaitu ketika patung Santo pelindung ini ditutupi dengan ular dan diarak dengan penduduk serta turis di jalan-jalan desa wilayah Abruzzo ini.

Dilansir dari AFP, Pesta Santo Dominikus Abas ini biasanya dimulai setiap tanggal 30 April, sedangkan untuk acara puncaknya berlangsung pada 1 Mei hingga 12 Mei setiap tahunnya, dan diawali dengan perayaan Ekaristi atau perayaan Misa.

Ular yang ada pada festival ini bukanlah ular berbisa, dan digunakan untuk sekadar menghias patung Santo yang akan diarak.

Festival ini juga dimeriahkan dengan parade band, parade kostum, dan ditutup dengan konser musik. Ketika berkunjung untuk melihat festival ini, baik turis maupun warga tidak dikenakan biaya sedikitpun, karena ini merupakan festival keagamaan.

Selain itu, bagi warga di desa Cocullo festival ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas perlindungan yang diberikan melalui perantara Santo Dominikus Abas.

Patung Santo Dominikus yang ditutupi oleh ular dibawa warga untuk diarak. Foto: AFP/Filippo Monteforte
Seorang warga yang mengenakan pakaian tradisional membawa seekor ular untuk diletakkan di atas patung Santo Dominikus. Foto: AFP/Filippo Monteforte
Sejumlah orang menonton festival dari balkon saat patung Santo Dominikus yang telah ditutupi ular diarak oleh warga. Foto: AFP/Filippo Monteforte
Patung Santo Dominikus yang dihias oleh ular hidup diarak oleh warga. Foto: AFP/Filippo Monteforte
Seorang pria menaruh seekor ular diatas kepala patung Santo Dominikus untuk diarak mengelilingi jalan desa Cocullo. Foto: AFP/Filippo Monteforte
Seorang umat membawa seekor ular untuk diletakkan di atas patung Santo Dominikus. Foto: AFP/Filippo Monteforte
Seorang umat membawa ular hidup untuk diletakkan di atas patung Santo Dominikus. Foto: AFP/Filippo Monteforte
Warga yang mengenakan pakaian tradisional membawa seekor ular untuk diletakkan di atas patung Santo Dominikus. Foto: AFP/Filippo Monteforte