News
·
18 Mei 2021 20:15

Foto: Cuap-cuap Para Mantan Sekretaris Pribadi Edhy Prabowo di Pengadilan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Foto: Cuap-cuap Para Mantan Sekretaris Pribadi Edhy Prabowo di Pengadilan (301297)
searchPerbesar
Terdakwa Edhy Prabowo memijat keningnya saat mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (18/5/2021). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Edhy Prabowo kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (18/5). Sejumlah saksi dihadirkan dalam sidang tersebut.
ADVERTISEMENT
Istri Edhy Prabowo, Iis Rosyita Dewi, menjadi salah satu saksi yang dihadirkan jaksa. Tiga mantan Sekretaris Pribadi (sespri) Edhy Prabowo pun turut dihadirkan.
Foto: Cuap-cuap Para Mantan Sekretaris Pribadi Edhy Prabowo di Pengadilan (301298)
searchPerbesar
Mantan sekretaris pribadi Edhy Prabowo, Anggia Tesalonika Kloer (kiri) memberikan kesaksian bagi Edhy Prabowo saat sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (18/5/2021). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Ketiga sespri perempuan itu yaitu Anggia Tesalonika Kloer, Putri Elok Sukarni, dan Fidya Yusri. Dalam persidangan, ketiga sespri itu bercerita bagaimana awal mula mereka bisa bekerja dengan Edhy Prabowo.
Selain itu, mereka mengakui pernah mendapat uang masing-masing Rp 5 juta dari staf khusus Edhy Prabowo, Andreau Misanta Pribadi. Tidak diketahui maksud pemberian itu. Namun, uang diduga di luar gaji sebagai sespri.
Foto: Cuap-cuap Para Mantan Sekretaris Pribadi Edhy Prabowo di Pengadilan (301299)
searchPerbesar
Mantan Sespri Edhy Prabowo Putri Elok (blazer biru muda) Foto: Dok. Istimewa
Foto: Cuap-cuap Para Mantan Sekretaris Pribadi Edhy Prabowo di Pengadilan (301300)
searchPerbesar
Mantan Sespri Edhy Prabowo Anggia Tesalonika Kloer (kiri) Foto: Dok. Istimewa
Foto: Cuap-cuap Para Mantan Sekretaris Pribadi Edhy Prabowo di Pengadilan (301301)
searchPerbesar
Istri Edhy Prabowo, Iis Rosyita, (kiri) dan mantan sespri Edhy Prabowo, Fidya Yusri, (kanan). Foto: Dok. Istimewa
Sebagai sespri, mereka disebut menerima gaji Rp 4 juta per bulan. Namun, hal itu di luar uang perjalanan dinas (perdin) sebesar Rp 1-3 juta.
Dalam perkara ini, Edhy Prabowo didakwa bersama-sama anak buahnya menerima suap hingga Rp 25,7 miliar.Suap diduga berasal dari para pengusaha pengekspor benih benih lobster (BBL) terkait pemberian izin budidaya dan ekspor.
ADVERTISEMENT