Foto: Demo Ojol di Depan Gedung DPR

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Driver ojol saat demo di depan Gedung DPR. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Driver ojol saat demo di depan Gedung DPR. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Perkumpulan sopir ojek online (ojol) berunjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, Jumat (28/2) siang. Demo dimulai sejak pukul 13.00 WIB.

Suasana demo Ojek Online di depan Gedung DPR RI, Jumat (28/2). Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana demo Ojek Online di depan Gedung DPR RI, Jumat (28/2). Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan

Mereka memprotes usulan anggota DPR yang ingin ojol tidak mengangkut penumpang, melainkan hanya mengangkut barang.

Suasana saat Driver ojol saat demo di depan Gedung DPR. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pantauan kumparan, sejak Pukul 10.00 WIB, polisi sudah berjaga di depan Gerbang DPR. Tampak mobil water cannon dan barracuda juga telah siap di depan Gerbang DPR.

Suasana di depan DPR jelang demo Ojol. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan

Sebelum demo ojol dimulai, mereka terlebih dahulu menggelar salat Jumat berjemaah di depan Gerbang DPR RI, Jalan Gatot Subroto.

Driver ojol dan polisi gelar Salat Jumat bersama di depan Gedung DPR. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Driver ojol Salat Jumat bersama di depan Gedung DPR sebelum demo. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Driver ojol dan polisi gelar Salat Jumat bersama di depan Gedung DPR. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Imbas demo ojol di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto arah Slipi ditutup oleh pihak kepolisian. Kendaraan hanya bisa melewati jalur TransJakarta. Sebab, jalan utama sudah dipenuhi oleh demonstran.

Penutupan ruas Jalan Gatot Subroto Arah Slipi saat demo Ojek Online di Gedung DPR RI, Jumat (28/2). Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan

Pantauan kumparan, walau diberi jalan melewati busway, kendaraan tetap tersendat dan padat.

Suasana demo Ojek Online di depan Gedung DPR RI, Jumat (28/2). Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan

Demontrasi ini berawal dari pernyataan Wakil Ketua Komisi V Nushayati Monoarfa yang menyebut sebagian besar anggota Komisi V tidak setuju motor dijadikan angkutan umum. Alasannya karena berdasarkan data, motor disebut paling banyak terlibat kecelakaan lalu lintas.

Driver ojol membawa bendera saat demo di depan Gedung DPR. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Driver ojol saat demo di depan Gedung DPR. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Driver ojol saat demo di depan Gedung DPR. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
kumparan post embed