Foto: Menengok Inalum, Induk Holding Tambang Pemilik Aset Rp 89 T

Pemerintah sedang membentuk perusahaan holding BUMN bidang pertambangan, dengan menjadikan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) sebagai induknya. Inalum akan memiliki tiga anak perusahaan yaitu PT Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Timah Tbk (TINS).
Tinggal selangkah lagi, yaitu pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Inalum, maka holding ini pun resmi terbentuk. Menjelang itu, kumparan (kumparan.com) mendapat kesempatan untuk menengok kegiatan produksi alumunium di pabrik Inalum.

Pabrik yang menempati lahan 200 hektare ini berlokasi di Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara (dulu Asahan). Jaraknya sekitar 110 km dari Medan, Sumatera Utara.

Ada tiga instalasi utama di dalam pabrik, yaitu yaitu pabrik karbon, pabrik reduksi, dan pabrik penuangan. Total produksi aluminium dari pabrik ini mencapai 260.000 ton per tahun dan seluruhnya digunakan di dalam negeri. Produksi itu belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan dalam negeri yang mencapai 800.000 ton per tahun.


Inalum memproduksi 3 jenis aluminium, yaitu aluminium batangan, aluminium alloy, dan aluminium billet. Aluminium batangan dapat diolah lagi untuk berbagai keperluan. Sedangkan aluminium alloy spesifik untuk bahan baku velg kendaraan. Adapun aluminium billet digunakan untuk konstruksi, kusen pintu dan jendela, jemuran, dan sebagainya.

sebelum Inalum diambil alih sepenuhnya oleh pemerintah Indonesia pada 2013 dan menjadi BUMN, 60% hasil produksi diekspor ke Jepang.
