Foto: Pak SBY Tabah

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Susilo Bambang Yudhoyono menyambut para pelayat di Masjid Istiqamah, KBRI Singapura. Foto: REUTERS/Feline Lim
zoom-in-whitePerbesar
Susilo Bambang Yudhoyono menyambut para pelayat di Masjid Istiqamah, KBRI Singapura. Foto: REUTERS/Feline Lim

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selalu berada di sisi Ani Yudhoyono saat istrinya itu dirawat di National University Hospital (NUH), Singapura, sejak Februari 2019 lalu.

Setelah menjalani perawatan sekitar 4 bulan, Ani Yudhoyono meninggal dunia akibat karena kanker darah yang dideritanya, Sabtu (1/6).

SBY tetap selalu berada di sisi jenazah Ani Yudhoyono dari RS hingga dibawa ke KBRI Singapura. Ia bersama kedua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), berada dalam ambulans yang membawa kerada jenazah Ibu Ani Yudhoyono.

SBY dan kedua putranya itu juga ikut membantu membawa keranda ibunda tercintanya untuk masuk ke dalam masjid yang berada di kawasan KBRI Singapura itu.

Usai disalatkan, jenazah langsung dibawa ke Aula Riptaloka. SBY tampak menerima ucapan duka dari sejumlah tamu di sana.

Raut SBY pun tampak jelas memperlihatkan wajah sedih. Bahkan ia sempat terlihat terisak menahan tangis. Namun, ia tampak tetap tegar dan tabah.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampak menangis usai Istri tercintanya, Ani Yudhoyono, telah meninggal dunia. Foto: Instagram/@_yusufmuhammad_
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba di Masjid Istiqamah, KBRI Singapura. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Susilo Bambang Yudhoyono menyambut para pelayat di Masjid Istiqamah, KBRI Singapura. Foto: REUTERS/Feline Lim
Susilo Bambang Yudhoyono bersama cucunya di KBRI Singapura. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) saat berada di dalam Masjid Istiqamah di KBRI Singapura. Foto: Dok. Istimewa
Susilo Bambang Yudhoyono saat berada di dalam Masjid Istiqamah di KBRI Singapura. Foto: Dok. Istimewa
Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) saat berada di Aula Riptaloka KBRI Singapura. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan