Foto: Palang Rel Swadaya di Tebet, Penjaga Keselamatan Warga Sejak 2007

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Sejumlah kendaraan melintas perlahan di perlintasan rel kereta api sebidang di Tebet Timur, Jakarta, Sabtu (11/10). Di tempat itu berdiri sebuah palang rel sederhana, terbuat dari bahan bekas seperti besi dan kayu, namun menjadi penyelamat bagi banyak warga selama hampir dua dekade terakhir.

Palang tersebut bukan milik resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI), melainkan hasil swadaya warga setempat. Dibuat pada tahun 2007, inisiatif itu muncul dari kepedulian anak-anak muda di sekitar wilayah Tebet Timur yang khawatir dengan keselamatan pengguna jalan yang sering melintasi rel tanpa pengamanan.

“Pertama kali dibuat tahun 2007, penyeberangan rel sebidang ini muncul dari kesadaran anak-anak muda di sini. Kami kemudian buat surat izin ke RT/RW dan kelurahan,” ujar Yuan, salah satu penjaga palang rel swadaya itu saat ditemui kumparan, Sabtu (11/10).

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta mencatat, hingga awal Oktober 2025 masih terdapat sekitar 140 perlintasan liar di wilayah kerja mereka. Perlintasan-perlintasan tanpa penjagaan resmi ini menjadi perhatian serius karena memiliki risiko tinggi terjadinya kecelakaan, baik bagi pengguna jalan maupun operasional kereta.

Warga membantu pengendara sepeda motor melintasi palang perlintasan rel kereta api sebidang di kawasan Tebet Timur, Jakarta, Sabtu (11/10/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan