Foto: Perubahan Iklim Bikin Produksi Buah Kurma di Irak Menurun
·waktu baca 1 menit
Abed, seorang petani berusia 36 tahun dari Biramana dan dibantu petani lainnya tampak sibuk memanjat pohon kurma saat musim panen di sebuah ladang di desa Janjah di distrik Al-Qasim, Irak Selatan Babilonia.
Irak, dulunya dikenal sebagai negara dengan "30 juta pohon kurma,".
Budaya kuno penanaman kurma di Irak telah mengalami pergolakan, terutama selama perang tahun 1980-88 dengan Iran, dan saat ini perubahan iklim menjadi ancaman besar.
Abed mencatat bahwa hasil panen sekarang jauh lebih sedikit, sekitar setengah dari sebelumnya. Ia pernah mengumpulkan lebih dari 12 ton tetapi sekarang hanya menghasilkan empat atau lima ton.
Irak telah menghabiskan lebih dari satu dekade mencoba menghidupkan kembali pohon kurma, sebagai aset ekonomi penting dan simbol nasional.
Pihak berwenang dan lembaga keagamaan telah meluncurkan program dan proyek besar untuk mendorong penanaman dan pertumbuhan pohon.
Saat ini, kurma merupakan produk ekspor terbesar kedua Irak setelah minyak, yang mendominasi pendapatan ekspor dan menghasilkan lebih dari $120 juta, menurut Bank Dunia.
Pada tahun 2023, Irak mengekspor sekitar 650.000 ton kurma, menurut statistik resmi.
