Foto: Proses Evakuasi Korban Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur
ยทwaktu baca 1 menit
Kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan-Cikarang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, pada Senin (27/4) malam.
Peristiwa tersebut diduga berawal dari kecelakaan di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur, ketika sebuah taksi tertabrak KRL yang mengarah ke Jakarta. Akibat insiden awal itu, rangkaian KRL dari arah Jakarta pun terpaksa berhenti di jalur berlawanan. KRL tersebut kemudian tertabrak KA Argo Bromo Anggrek dari arah belakang.
Basarnas selesai melakukan evakuasi pada pukul 08.00 WIB, Selasa (28/4). Seluruh korban yang dievakuasi tercatat seluruhnya adalah perempuan, sebab, gerbong KRL yang tertabrak KA adalah gerbong perempuan.
KAI mencatat hingga Selasa pagi, korban meninggal dunia mencapai 14 orang dan korban luka hingga 84 orang.
Dampak kecelakaan membuat operasional Stasiun Bekasi Timur ditutup sementara. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa penutupan dilakukan hingga waktu yang belum dapat dipastikan. Sementara itu, layanan KRL untuk sementara hanya beroperasi hingga Stasiun Bekasi.
Selain itu, sedikitnya 25 perjalanan kereta api jarak jauh terdampak akibat insiden tersebut. PT KAI membatalkan sejumlah perjalanan sebagai langkah penyesuaian operasional di tengah proses evakuasi serta perbaikan jalur.
