Foto: Sopir Taksi Banting Setir Jadi Relawan Pengantar Jenazah COVID-19

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ardi Novriansyah, memakai alat pelindung diri (APD) bersiap mengevakuasi jenazah COVID-19 yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di Bogor, Jawa Barat  Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ardi Novriansyah, memakai alat pelindung diri (APD) bersiap mengevakuasi jenazah COVID-19 yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di Bogor, Jawa Barat Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Setelah pekerjaannya sebagai sopir taksi tergerus akibat pembatasan mobilitas pada masa pandemi virus corona di Indonesia, Ardi Novriansyah banting setir. Dia menawarkan keterampilan mengemudinya untuk membantu layanan medis di kota asalnya, Bogor, Jawa Barat.

Ardi merupakan salah satu dari 35 relawan di Bogor, Jawa Barat, yang mengantar jenazah dari pasien yang meninggal karena COVID-19 saat isolasi mandiri di rumah.

Ardi Novriansyah, memakai alat pelindung diri, seorang relawan pengurus jenazah duduk di dalam ambulans bersiap untuk membawa jenazah COVID-19 di Bogor, Jawa Barat. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Tidur di atas sofa markas kelompok di sebuah gedung yang tidak terpakai, Ardi terus menerima panggilan 24 jam sehari selama sebulan terakhir.

Ardi mengatakan minatnya pada kemanusiaan membawanya untuk mengambil pekerjaan tersebut.

Keluarga dan petugas melakukan salat jenazah yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di Bogor, Jawa Barat. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

"Yang penting kita punya keinginan untuk membantu sebagai relawan, untuk kemanusiaan," katanya.

Mengenakan alat pelindung diri (APD), Ardi bersama relawan lainya mengkafani, meletakkan jenazah ke dalam peti, hingga menyalatkan jenazah sebelum dibawa ke pemakaman.

Ardi Novriansyah, memakai alat pelindung diri, beristirahat sejenak saat membawa peti jenazah yang meninggal akibat COVID-19 di Bogor, Jawa Barat. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Indonesia saat ini tengah berjuang mengatasi pandemi corona yang sepekan terakhir melonjak. Pemerintah telah menerapkan PPKM Darurat Jawa-Bali serta 15 kota dan kabupaten di luar Jawa-Bali untuk menekan penularan.

***

embed from external kumparan