FPI Soal Demo PA 212 Langsung Dibubarkan Polisi: Rezim Diktator

kumparanNEWSverified-green

Petugas polisi memukul mundur massa aksi PA 212, di Jakarta, Jumat (18/12). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas polisi memukul mundur massa aksi PA 212, di Jakarta, Jumat (18/12). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Demo yang digalang oleh PA 212 dan Aliansi Anak Bangsa hari ini dibubarkan oleh polisi. Mereka gagal sampai di Istana untuk demo menuntut pembebasan Habib Rizieq dan mengusut tewasnya 6 anggota FPI.

Sekum FPI, Munarman mengatakan, mengaku kecewa dengan sikap pemerintah ini. Mereka menyebut, negara telah mengambil tindakan yang otoriter.

"Itulah bentuk-bentuk dari neo otorotiarianisme," kata Munarman saat dihubungi kumparan, Jumat (18/12).

Polisi berjaga di kawasan Kebon Sirih arah Tanah Abang, Jakarta, saat aksi demo PA 212, Jumat (18/12). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Munarman menjelaskan, negara sendiri yang melanggar prinsip the rule of law. Semua pihak seharusnya sama di mata hukum atau egaliter. Ia bahkan menyebut rezim yang tengah berkuasa mirip dengan rezim diktator.

"Terbukti negara ini sedang dikuasai oleh rezim diktator yang sudah melanggar prinsip-prinsip the rule of law," katanya.

Demonstran adu mulut dengan petugas di kawasan Kebon Jahe, Tanah Abang, Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Pemerintah memiliki jawaban atas tudingan Munarman. Mereka melarang segala aksi atau kegiatan yang memancing kerumunan untuk memutus angka penyebaran COVID-19 yang tak kunjung melandai di Indonesia, khususnya Jakarta.

Polisi sebetulnya juga sudah memberitahukan, tidak akan memberikan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) aksi ini. Namun, PA 212 dan Aliansi Anak Bangsa tetap turun ke jalan. Aksi pun dihalau, dan berhasil dibubarkan pada pukul 15.00 WIB tadi.

embed from external kumparan