Fredy Kusnadi Mengaku Diteror Preman Usai Kasus dengan Dino Patti Djalal Mencuat

17 Februari 2021 14:40
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Fredy Kusnadi (kanan) yang terlibat konflik tanah dengan Dino Patti Djalal. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Fredy Kusnadi (kanan) yang terlibat konflik tanah dengan Dino Patti Djalal. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Fredy Kusnadi mengeklaim telah menyepakati jual beli tanah milik Ibu Dino Patti Djalal di Jalan Antasari, Jakarta Selatan. Dia juga menyebut telah menempati rumah tersebut bersama orang tuanya.
ADVERTISEMENT
Fredy mengatakan, setelah menempati rumah tersebut, dia memboyong keluarganya termasuk neneknya pada sejak 15 Februari 2020. Namun belakangan ia mengaku kerap mendapat teror sejak kasus dengan Dino Patti Djalal mencuat.
“Tanggal 11 November tinggal di sana sampai 14 masih tinggal di sana. Saya bukan takut ke polisinya. Saya takut keamanan. Karena ada orang Ambon datang,” kata Fredy dalam video yang diterima kumparan, Rabu (17/2).
Fredy mengaku tak tahu siapa yang menyuruh preman tersebut menerornya. Akibatnya, dia harus meninggalkan rumah tersebut dengan kondisi barangnya masih tertinggal di sana.
“Iya ada preman. Saya enggak tahu itu (siapa yang perintah). (Barang) Masih di dalam,” ujar Fredy.
Dino Pati Djalal. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dino Pati Djalal. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Lebih lanjut, Fredy mengakui, rumah tersebut tak bisa lagi dimasukinya karena sudah digembok. Namun, ia tak tahu siapa orang yang melakukan hal tersebut.
ADVERTISEMENT
“Saya enggak tahu,” ucapnya.
Fredy Kusnadi memang tengah berada di pusaran kasus mafia tanah atas laporan Dino Patti Djalal. Dino bahkan melaporkan ada 3 rumah yang dicaplok mafia tanah, dan menyebut Fredy sebagai otaknya.
Salah satu rumah yang dipermasalahkan, yakni di Jalan Paradiso, Antasari, Jakarta Selatan. Fredy mengeklaim sudah mengikuti prosedur jual beli rumah hingga bisa melakukan balik nama sertifikat.
Dia telah membayar DP Rp 950 juta dari harga rumah yang disepakat Rp 11 miliar. Dia juga menebus sertifikat rumah itu dari koperasi, Rp 4 miliar.

Memang bila dihitung, Fredy belum lunas membayar rumah itu. Tapi, entah mengapa dia bisa melakukan balik nama.

Jauh sebelum Fredy Kusnadi bicara, Dino Patti Djalal sudah mengungkapkan bagaimana Fredy dan komplotan mafia tanah itu mengambil alih rumah mereka di 3 lokasi, termasuk di Antasari.
ADVERTISEMENT
Dino mengatakan, awalnya Fredy datang untuk membeli rumah itu. Dalam sertifikat rumah itu atas nama Yurmisnawita. Sebagai tanda keseriusan, Fredy menyerahkan deposit Rp 2 miliar ke rekening Ibunda Dino, Zurni Hasyim Djalal.
Sebagai gantinya, Fredy meminjam sertifikat rumah itu dengan alasan untuk diperiksa ke BPN dan notaris. Ternyata, sertifikat itu justru dibaliknamakan atas nama Fredy Kusnadi.
"Rumah yang di Jalan Paradiso yang sekarang sedang diusut oleh polisi itu mendapat konfirmasi dari BPN bahwa sertifikat telah beralih nama ke nama Fredy Kusnadi hitam di atas putih," kata Dino dalam postingan akun Instagramnya @dinopattidjalal, Minggu (14/2).
Sementara, Polda Metro Jaya sudah menangkap 5 orang dalam laporan Dino Patti Djalal terkait lahan di Antasari. Tapi, polisi belum mau mengungkapkan siapa saja tersangkanya, bagaimana modusnya, dan pidana apa yang dilakukan oleh para tersangka.
ADVERTISEMENT
Polisi juga belum menyebutkan apakah dari 5 tersangka yang sudah ditangkap, apakah ada nama Fredy Kusnadi.
"Untuk kasus ini sudah tersangka sudah kita amankan. Terakhir subuh tadi ada tersangka yang kita amankan dan ini sudah berjalan. Total semuanya ada 5 tersangka," tambahnya.
"Saya sudah sampaikan bahwa ini belum, baru tadi pagi kita tangkap juga. Nanti akan kita sampaikan sementara kita sedang pemeriksaan oleh penyidik. Saya akan jelaskan nanti. Mudah-mudahan beberapa hari ini saya akan jelaskan, saya akan rilis untuk kasus yang pertama," kata dia.
Apakah yang disampaikan Freddy ini benar? Belum tentu juga. Bisa jadi ini hanya pembelaan saja. Mari kita tunggu perkembangan kasus ini di kepolisian.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·