Fredy Kusnadi Klaim Tebus Sertifikat Rumah Dino di Antasari dari Koperasi Rp 4 M

kumparanNEWSverified-green

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fredy Kusnadi (kanan) yang terlibat konflik tanah dengan Dino Patti Djalal. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Fredy Kusnadi (kanan) yang terlibat konflik tanah dengan Dino Patti Djalal. Foto: Dok. Istimewa

Fredy Kusnadi akhirnya buka suara mengenai kisruh pembelian rumah milik ibunda Dino Patti Djalal. Pria yang disebut sebagai mafia tanah tersebut bercerita soal segala tudingan yang dialamatkan padanya, terutama terkait rumah di Jalan Paradiso, Antasari, Jakarta, Selatan.

Secara eksklusif kepada kumparan, Fredy mengeklaim telah menempuh proses pembelian rumah sesuai aturan. Bahkan, dia mengeluarkan uang Rp 4 miliar untuk menebus sertifikat rumah yang berada di koperasi.

Tidak dijelaskan apakah sertifikat rumah atas nama Yurmisnawita--orang kepercayaan ibunda Dino itu--statusnya sedang digadaikan di koperasi itu atau seperti apa.

"Nebus rumah pakai uang saya. Total Rp 4 miliar lah," ujar Fredy dalam wawancara tersebut.

kumparan post embed

Menurut pengakuan Fredy, dia ditawari rumah itu oleh seseorang bernama Mustofa. Mustofa mengaku sebagai anak asuh ibunda Dino.

Dari situ, proses dimulai. Fredy lalu bertemu dengan Ibunda Dino untuk menanyakan apakah akan menjual rumah itu.

Pertemuan berlangsung di rumah ibunda Dino di kawasan Kemang. Di sanalah Ibunda Dino setuju menjual rumah itu setelah pertemuan ketiga.

Sampai saat ini, belum jelas sebenarnya berapa kesepakatan harga rumah itu. Pengacara dalam wawancara sebelumnya sempat menyebut, Fredy sudah memberi uang Rp 950 juta dari harga rumah yang disepakati Rp 11 miliar.

Dalam wawancara ini, Fredy juga tak menyebutkan berapa harga rumah yang disepakati itu. Dia hanya menyebut sudah membayar uang muka, lalu melanjutkan dengan proses balik nama sertifikat dimulai dengan pembuatan Akta Jual Beli (AJB) di kantor notaris pada Januari 2020.

Dino Pati Djalal. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Setelah itu, dia baru menebus sertifikat rumah itu di koperasi Rp 4 miliar dengan uangnya sendiri.

"Saya tebus di bulan Februari, di koperasi," ucapnya.

"Jadi waktu beli sertifikat belum? Tanda terima? Masih ditebus?" tanya si pewawancara.

"Oh, saya sudah melakukan DP dan sebagainya," ungkap Fredy.

Fredy yang menyebut sudah memegang sertifikat setelah menebus di koperasi lalu mengurus balik nama di BPN. Pria yang terus menerus disebut mafia tanah itu memastikan mengikuti prosedur dalam balik nama sertifikat.

"Proses normal ada DP. Lalu ada pergeseran sertifikat saya tebus di koperasi juga. Saya dapat buktinya. Saya lakukan AJB normal. Setor ke loket (BPN) semua resmi," ucap dia.

Karena meyakini semua proses sudah dilakukan, Fredy mulai menempati rumah itu pada 15 Februari 2020 bersama keluarganya.

"Nempatin rumah sejak Februari. Saya punya mama atau nenek saya itu meninggal di sana," jelas Fredy.

Dalam kasus jual beli rumah di Antasari ini, tak pernah ada yang klop soal harga atau uang yang diberikan Fredy kepada Ibunda Dino.

Jauh sebelum Fredy Kusnadi bicara, Dino Patti Djalal sudah mengungkapkan bagaimana Fredy dan komplotan mafia tanah itu mengambil alih rumah mereka di 3 lokasi, termasuk di Antasari.

Dino mengatakan, awalnya Fredy datang untuk membeli rumah itu. Dalam sertifikat rumah itu atas nama Yurmisnawita. Sebagai tanda keseriusan, Fredy menyerahkan deposit Rp 2 miliar ke rekening Ibunda Dino, Zurni Hasyim Djalal.

kumparan post embed

Sebagai gantinya, Fredy meminjam sertifikat rumah itu dengan alasan untuk diperiksa ke BPN dan notaris. Ternyata, sertifikat itu justru dibaliknamakan atas nama Fredy Kusnadi.

"Rumah yang di Jalan Paradiso yang sekarang sedang diusut oleh polisi itu mendapat konfirmasi dari BPN bahwa sertifikat telah beralih nama ke nama Fredy Kusnadi hitam di atas putih," kata Dino dalam postingan akun Instagramnya @dinopattidjalal, Minggu (14/2).

Sementara, Polda Metro Jaya sudah menangkap 5 orang dalam laporan Dino Patti Djalal terkait lahan di Antasari. Tapi, polisi belum mau mengungkapkan siapa saja tersangkanya, bagaimana modusnya, dan pidana apa yang dilakukan oleh para tersangka.

Polisi juga belum menyebutkan apakah dari 5 tersangka yang sudah ditangkap, apakah ada nama Fredy Kusnadi.

"Untuk kasus ini sudah tersangka sudah kita amankan. Terakhir subuh tadi ada tersangka yang kita amankan dan ini sudah berjalan. Total semuanya ada 5 tersangka," tambahnya.

"Saya sudah sampaikan bahwa ini belum, baru tadi pagi kita tangkap juga. Nanti akan kita sampaikan sementara kita sedang pemeriksaan oleh penyidik. Saya akan jelaskan nanti. Mudah-mudahan beberapa hari ini saya akan jelaskan, saya akan rilis untuk kasus yang pertama," kata dia.

Apakah yang disampaikan Freddy ini benar? Belum tentu juga. Bisa jadi ini hanya pembelaan saja. Mari kita tunggu perkembangan kasus ini di kepolisian.