Fujimori Akui Kalah, Tokoh Kiri Pedro Castillo Jadi Presiden Baru Peru
·waktu baca 2 menit

Sengketa pemilu Peru berakhir. Tokoh sayap kiri Pedro Castillo pada Senin (19/7/2021) dinyatakan sebagai pemenang.
Pengumuman pemenang pemilu di Peru tertunda sampai enam pekan. Hal ini karena capres penantang Castillo, Keiko Fujimori menuduh telah terjadi kecurangan pada pemilu di negara tersebut.
Setelah berlarut-larut selama enam pekan, Fujimori akhirnya mengakui kemenanga Castillo. Pernyataan Fujimori memuluskan langkah Castillo menduduki kursi orang nomor satu di Peru.
"Karena (pengakuan kekalahan) hal itu diwajibkan oleh hukum dan konstitusi yang selalu saya bela," ucap Fujimori saat menyampaikan pengakuan terhadap hasil pemilu, seperti dikutip dari Reuters.
Tuduhan Fujimori terhadap kecurangan pemilu sudah diinvestigasi oleh lembaga pemantau dari dalam dan luar negeri. Hasil investigasi menujukkan pemilu di Peru berlangsung bebas dan adil.
Sesaat usai Fujimori mengakui kekalahan, Castillo segera menyampaikan pidato kemenangan. Pria yang berprofesi sebagai guru ini mengaku siap untuk merangkul kelompok mana pun untuk menjalankan pemerintahan baru di Peru.
"Saya datang di di sini dengan hati terbuka bagi setiap dari kalian," ucap Castillo.
Ia menambahkan, siap membuka hati jika Fujimori mau membantu pemerintahan. Castillo turut memastikan, dirinya tak memiliki dendam kepada Fujimori meski terus menerus dituduh curang.
"Saya mendorong dia (Fujimori) untuk membantu dan membawa negara ini maju," kata Castillo.
Castillo rencananya akan dilantik pada 28 Juli 2021. Setelah dilantik Castillo bakal menjadi Presiden kelima Peru dalam tiga tahun terakhir.
