Kematian per Kapita Akibat COVID-19 di Peru Kini Terburuk di Dunia
·waktu baca 1 menit

Pemerintah Peru memperbaharui data kematian penduduk akibat COVID-19 pada Senin (31/5). Hasilnya, cukup mencengangkan karena jumlah kematian naik tiga kali lipat menjadi 180.764 orang.
Sebelumnya pada Minggu (30/5), tercatat total penduduk Peru meninggal akibat COVID-19 mencapai 69.342 orang.
Dikutip dari Reuters, Rabu (2/6), Pemerintah Peru telah melakukan peninjauan ulang terhadap kasus kematian akibat COVID-19.
"Kami pikir itu adalah tugas kami untuk mempublikasikan informasi terbaru ini," kata Perdana Menteri Peru Violeta Bermudez.
Kesimpangsiuran berapa jumlah pasien meninggal akibat COVID-19 di Peru terjadi akibat testing di negara Amerika Latin itu buruk dan rendah. Sehingga pemerintah kesulitan melacak dan memastikan penyebab kematian itu.
Dengan data terbaru ini, kini Peru menjadi negara dengan tingkat kematian terburuk di dunia akibat COVID-19. Rasio kematian akibat COVID-19 di Peru sekarang mencapai lebih dari 500 kematian per 100.000 orang.
Di Amerika Latin, Brasil memiliki jumlah kematian tertinggi dengan lebih dari 450.000 orang meninggal akibat COVID-19. Meski angka kematian di Brasil tinggi, rasio kematian per kapita di Peru masih lebih tinggi dua kali lipat dari Brasil.
Peru juga menjadi salah satu negara Amerika Latin yang paling terpukul pandemi COVID-19. Sebab seluruh rumah sakitnya penuh sesak dengan pasien dan permintaan oksigen yang melonjak.
Para ahli telah lama memperingatkan bahwa jumlah korban tewas yang sebenarnya sedang dihitung dalam statistik resmi.
