Gaji Tukang Parkir di Jakarta: Kadang Rp 100 Ribu/Hari, Kadang Nombok

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lokasi parkir di Taman Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: Raga Imam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi parkir di Taman Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: Raga Imam/kumparan)

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut gaji dokter lebih kecil dibandingkan tukang jaga parkir mobil. Hal itu ia ungkapkan saat menyampaikan pidato kebangsaan di JCC Senayan, Jakarta, Senin (14/1) malam. Namun, benarkah demikian?

kumparan lalu menjumpai beberapa tukang parkir di lokasi berbeda. Tukang parkir pertama, yaitu Surheni, biasa bekerja di kawasan Taman Menteng, Jakarta Pusat. Saat ditanya soal penghasilannya, ia mengungkapkan tergantung kepada jumlah kendaraan yang datang dan parkir di sana.

Surheni juga tidak memiliki patokan harga parkir. Baik itu untuk kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua.

“Enggak tentu dapatnya. Kan tergantung yang datang, yang kasih. Kadang juga ada yang enggak kasih. Kita enggak punya patokan harga. Seikhlasnya saja mereka kasih,” ungkap Surheni di lokasi, Selasa (15/1).

Pria asal Madura mengungkapkan, rata-rata pengendara yang memarkirkan kendaraannya di Taman Menteng biasa memberinya Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu. Dari jumlah uang yang ia dapat, harus disetor kepada pihak Pemprov DKI Jakarta sebagai pengelola resmi sebesar Rp 60 ribu.

“Kita tuh setor Rp 60 ribu. Pokoknya sehari harus segitu. Jadi nanti kita bisa dapat uang kalau lebih dari segitu. Makanya enggak tentu. Kadang bisa ngantongin Rp 50 ribu, pernah Rp 100 ribu sehari, malah pernah nombok karena mereka enggak mau tahu sehari setor segitu,” tuturnya.

Tukang parkir di kawasan IRTI Monas. (Foto: Raga Imam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tukang parkir di kawasan IRTI Monas. (Foto: Raga Imam/kumparan)

Hal yang nyaris sama juga diungkapkan oleh Rusdi, tukang parkir yang biasa bekerja di lapangan parkir IRTI, Monas, Jakarta Pusat. Rusdi mengungkapkan tidak bisa memprediksi pendapataannya setiap hari. Penghasilannya ditentukan dari jumlah uang yang diberikan pengendara kepadanya.

“Enggak ada gaji tetap dari sini. Tergantung dari yang datang aja. Kadang bisa Rp 40 ribu atau Rp 70 ribu,” kata Rusdi.

Hal yang berbeda diungkapkan Jaki, tukang parkir yang biasa bekerja di kawasan Stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. Selama bekerja, ia lebih banyak menerima uang dari pengendara motor dibandingkan pengendara mobil.

“Kalau di sini dekat kantoran, jadi ramai setiap hari. 100-an ada kayaknya (jumlah) motor. Kalau mobil enggak tentu,” ucap Jaki.

Berbeda dengan Surheni dan Rusdi, lokasi parkir yang biasa dijaga Jaki telah ditetapkan tarif parkir baik untuk mobil dan motor. Jaki mengungkapkan, untuk mobil ditetapkan tarif sebesar Rp 5 ribu, sementara untuk motor ditetapkan tarif sebesar Rp 3 ribu.

Lokasi parkir di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan (Foto: Raga Imam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi parkir di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan (Foto: Raga Imam/kumparan)

Untuk penghasilannya, Jaki bisa mengantongi lebih dari Rp 300 ribu. Namun jumlah tersebut harus dibagi dengan beberapa tukang parkir yang juga berjaga di sana.

“Yang jaga kan enggak cuma satu. Bisa dua atau tiga. Kita nungguin, jadi kita bagi rata uangnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menyebut ingin agar para dokter di Indonesia mendapatkan gaji yang layak. Sebab, menurutnya, gaji dokter di Indonesia lebih kecil dibandingkan tukang parkir.

"Dokter-dokter kita harus dapat penghasilan yang layak. Sekarang banyak dokter kita gajinya lebih kecil dari tukang jaga parkir mobil," ungkap Prabowo dalam pidato kebangsaannya.

Timses Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean, kemudian menjelaskan apa yang dimaksud oleh Prabowo. Dia mencontohkan dokter yang mendapat gaji dari fee BPJS yang hanya Rp 2.000 per pasien, nilai yang lebih kecil dibandingkan biaya parkir mobil yang sekitar Rp 5.000.

Pendapatan dokter dari pembagian fee BPJS menggunakan sistem kapitasi sesuai Permenkes No 59 Tahun 2014.

embed from external kumparan