Gamelan di SMP Satu Atap Kudus Hilang, Polisi Buru Pelaku
ยทwaktu baca 3 menit

Gamelan di SMP Satu Atap, Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah hilang dicuri. Kejadian ini diketahui pada Senin (18/5) sekitar pukul 08.30 WIB saat guru dan siswa hendak berlatih ekstrakurikuler karawitan.
Kepala SMP Satu Atap Undaan, Sri Yulia Permanasari mengatakan, ia baru mengetahui gamelan hilang saat itu siswa-siswi hendak berlatih karawitan.
"Kami baru tahu tadi pagi jam 08.00 WIB saat siswa-siswi mau latihan. Kami hari Kamis besok kan ada HUT sekolah dan pelepasan siswa-siswi kelas 9 maka kami hendak latihan hari ini," katanya saat dikonfirmasi kumparan, Senin (18/5) sore.
Ia menambahkan, ketika membuka ruang karawitan tiba-tiba gamelan sudah tidak ada di dalam ruangan. Sepengetahuan dirinya area jendela di ruang karawitan itu juga dalam kondisi jebol.
"Begitu ruangan dibuka, barangnya sudah tidak ada. Tadi yang membuka pembina dan pelatih karawitan. Ternyata bagian jendela belakang dijebol, padahal sudah ada teralisnya. Kemungkinan pencuri lewat jendela," sambungnya.
Sri Yulia mengungkapkan kepada kumparan, ada 152 item gamelan yang hilang. Gamelan yang tersisa di ruangan hanya yang berukuran besar melebihi ukuran gamelan.
"Sisa yang besar-besar saja. Kemungkinan menyesuaikan ukuran jendela juga," jelasnya.
Ia menyebut, di area sekolah sudah ada penjaga sekolah. Namun, area ruangan tempat menyimpan gamelan memang berada di paling belakang. Selain itu, pada Rabu (13/5) pekan lalu pihak sekolah sedang menjalankan outing class. Lalu pada Kamis (14/5) sampai Minggu (17/5) sekolah libur panjang. Ia menduga kuat, gamelan sudah hilang sejak sepekan lalu.
"Kalau menurut saya kok sudah hilang sejak minggu lalu. Apalagi kondisi sekolah ini kan sepulang sekolah memang benar-benar sepi," ucapnya.
Lebih lanjut, pada hari ini pihak kepolisian sudah mendatangi lokasi kejadian. Beberapa sudut ruangan telah dicek untuk menguak fakta sebenarnya.
"Pihak kepolisian hari ini sudah ke sekolah untuk mendalami kejadian ini," imbuhnya.
Guru SMP Satu Atap Undaan, Kusumaningsih (45), mengatakan awalnya ia membuka ruang penyimpanan gamelan. Namun, kondisi di dalam sudah berantakan dan sejumlah instrumen hilang.
"Saat dibuka, barang sudah acak-acakan dan beberapa gamelan tidak ada," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Undaan, AKP Uji Andi Haryono, mengatakan pihaknya bersama Tim Inafis Polres Kudus langsung mendatangi lokasi. Hal itu untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Kami menerima laporan dan langsung menuju TKP untuk melakukan penyelidikan serta mengumpulkan keterangan saksi," katanya melalui keterangan tertulis, Senin (18/5).
Dari hasil pengecekan, sejumlah instrumen gamelan yang hilang beragam. Di antaranya empat rancak bonang, satu set saron pelog, satu set saron slendro, lima kenong, satu set peking, satu set demung, serta satu unit gong. Kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta.
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa ganco yang diduga digunakan pelaku untuk mencongkel jendela. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan.
AKP Uji Andi Haryono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama di lingkungan sekolah dan fasilitas umum.
"Kami minta pengamanan diperketat, gunakan kunci ganda dan aktifkan siskamling. Jika ada hal mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian," imbuhnya.
