Ganjar: Hipertensi dan Gula Penyebab Kematian Tertinggi Pasien Corona di Jateng

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
zoom-in-whitePerbesar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespons pernyataan juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito yang menyebut persentase kematian di Jateng lebih tinggi dari nasional yakni 6,45 persen. Ganjar mengakui hal itu. Menurut dia pasien corona yang meninggal di Jateng kebanyakan memiliki penyakit penyerta atau komorbid, seperti hipertensi dan diabetes (gula)

"Hipertensi dan penyakit gula, dua penyakit ini memang yang paling banyak menyebabkan kematian di kasus-kasus COVID-19," kata Ganjar, Jumat (18/9).

embed from external kumparan

Ganjar menyebut, sumbangan kasus meninggal pasien COVID-19 dengan penyakit peyerta atau komorbid gula darah di Jawa Tengah sebesar 39,9 persen.

"Sementara untuk pasien COVID-19 yang meninggal disertai komorbid hipertensi atau darah tinggi sebanyak 32,0 persen," imbuh dia.

embed from external kumparan

Untuk itu, Ganjar meminta masyarakat yang memiliki dua penyakit tersebut, untuk tetap berada di rumah hingga situasi membaik.

"Saya minta kepada masyarakat yang merasa memiliki gula darah tinggi, hipertensi, atau penyakit gula jangan klayaban (pergi-pergi). Lebih baik di rumah saja," tegasnya.

Dilansir dari laman corona.jatengprov.go.id, pada Senin (14/9), total ada 19.210 kasus positif di Jawa Tengah. Dari jumlah itu, 3.041 pasien masih dirawat di rumah sakit, 14.400 pasien sembuh dan 1.769 orang yang meninggal dunia.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

embed from external kumparan