News
·
18 September 2020 14:23

Ganjar: Hipertensi dan Gula Penyebab Kematian Tertinggi Pasien Corona di Jateng

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ganjar: Hipertensi dan Gula Penyebab Kematian Tertinggi Pasien Corona di Jateng (99426)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespons pernyataan juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito yang menyebut persentase kematian di Jateng lebih tinggi dari nasional yakni 6,45 persen. Ganjar mengakui hal itu. Menurut dia pasien corona yang meninggal di Jateng kebanyakan memiliki penyakit penyerta atau komorbid, seperti hipertensi dan diabetes (gula)
ADVERTISEMENT
"Hipertensi dan penyakit gula, dua penyakit ini memang yang paling banyak menyebabkan kematian di kasus-kasus COVID-19," kata Ganjar, Jumat (18/9).
Ganjar menyebut, sumbangan kasus meninggal pasien COVID-19 dengan penyakit peyerta atau komorbid gula darah di Jawa Tengah sebesar 39,9 persen.
"Sementara untuk pasien COVID-19 yang meninggal disertai komorbid hipertensi atau darah tinggi sebanyak 32,0 persen," imbuh dia.
Untuk itu, Ganjar meminta masyarakat yang memiliki dua penyakit tersebut, untuk tetap berada di rumah hingga situasi membaik.
"Saya minta kepada masyarakat yang merasa memiliki gula darah tinggi, hipertensi, atau penyakit gula jangan klayaban (pergi-pergi). Lebih baik di rumah saja," tegasnya.
Dilansir dari laman corona.jatengprov.go.id, pada Senin (14/9), total ada 19.210 kasus positif di Jawa Tengah. Dari jumlah itu, 3.041 pasien masih dirawat di rumah sakit, 14.400 pasien sembuh dan 1.769 orang yang meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)