Ganjar Minta Semarang Raya Terapkan PKM Akibat Kasus Corona Meningkat

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengecek penerapan PKM di Semarang. Foto: Dok. Humas Pemprov Jateng
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengecek penerapan PKM di Semarang. Foto: Dok. Humas Pemprov Jateng

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyurati para kepala daerah di eks Karesidenan Semarang atau Semarang Raya terkait pengendalian COVID-19. Ganjar meminta agar dilaksanakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Ganjar Pranowo menjelaskan, Semarang Raya mendapat perhatian khusus terkait penanganan COVID-19. Sebab terdapat peningkatan kasus cukup signifikan di Kudus, Jepara, hingga Rembang.

“Semarang Raya kita lakukan PKM (pembatasan kegiatan masyarakat) kemudian yang Kudus, Jepara, Rembang kontak satu-satu agar lakukan pengetatan. Saya sampaikan diketati butuhnya apa, kalau kita harus bantu, akan bantu,” kata Ganjar di kantornya, Jumat (10/7).

kumparan post embed

Ganjar menambahkan, daerah-daerah tersebut bisa mencontoh PKM dan tes masif yang dilakukan Kota Semarang. Hasilnya akan terlihat bila dilakukan tes masif dan daerah tak perlu malu.

“Bupati Kendal sudah ke sini, Bu langsung terapkan PKM ya, siap Pak sudah. Begitu sudah maka polanya ikuti Semarang, tidak usah takut, tidak usah malu, ayo lakukan tes massal dengan cara itu bisa mendeteksi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ganjar mengatakan, surat itu sudah dikirimkan kepada para kepala daerah di Semarang Raya pada Selasa (7/7) lalu.

“Sudah diluncurkan (surat perintahnya) Selasa kemarin,” ujarnya.

embed from external kumparan

Hingga saat ini, tercatat jumlah kasus positif corona di Jateng mencapai 5.649 orang. Sementara jumlah pasien dalam pemantauan (PDP) 9.746 orang dan orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 48.947 orang.

Sedangkan jumlah pasien positif meninggal ada 475 orang, pasien positif sembuh 2.800 orang dan pasien yang masih dirawat 2.374 orang.

embed from external kumparan