Ganjar Sepakat dengan JK soal Pemimpin Jangan Emosional: Harus Edukatif

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Capres 03, Ganjar Pranowo, bersilaturahmi ke Ponpes Ma'Hadut Tholabah di Tegal, Jawa Tengah. Kamis (11/1/2024). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Capres 03, Ganjar Pranowo, bersilaturahmi ke Ponpes Ma'Hadut Tholabah di Tegal, Jawa Tengah. Kamis (11/1/2024). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Capres nomor urut 03, Ganjar Pranowo, sepakat dengan ucapan Wapres ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang menyebut seorang pemimpin tak boleh emosional dan mudah marah. Menurut Ganjar, seorang pemimpin seharusnya bisa menahan emosinya dan memberikan edukasi.

"Kita mesti bisa menampilkan hal-hal yang lebih edukatif. Seumpama ada orang yang mengatakan tidak edukatif gitu. Tapi menurut saya itu edukasi paling baik. Umpama saya tidak mau ngomong yang lain, saya ngomong diri saya sendiri," ucap Ganjar di Tegal, Jawa Tengah, Kamis (11/1).

Ganjar lantas menyinggung saat mengikuti debat. Dalam debat, tak masalah jika lawan debat tak percaya dengan data yang ia bawakan asalkan lawannya itu punya argumentasi tepat.

"Sehingga kalau kemudian bicaranya tidak ada data yang bisa ditampilkan hari ini, secara kuantitatif tidak bisa, maka setidaknya pemimpin itu bicara kualitatifnya, edukasinya," pungkasnya.

JK Sebut Pemimpin Ibarat Sopir

Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla di kediamannya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2024). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Sebelumnya JK sempat menyindir paslon yang ia nilai terlalu emosional. Menurut JK, seorang pemimpin seperti sopir yang jika tak bisa mengendalikan emosi, seluruh penumpangnya bisa celaka.

"Kalau pilih sopir, jelas yang tahu arah, tidak suka marah-marah. Kalau marah-marah bisa-bisa menabrak nanti," ucap JK saat berdialog dengan Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) Jawa Timur di Hotel Namira, Surabaya, Rabu (10/1).

JK juga menyinggung seorang pemimpin yang suka marah-marah bisa berbahaya bagi negara.

"Kalau kawan kita yang satu marah terus. Bagaimana kira-kira negara dipimpin oleh orang yang suka marah? Bagaimana kira-kira kalau dia berdebat dengan kepala negara lain? Bisa ditonjok kepala negara lain," kata JK.

"Pemimpin harus tenang, memiliki gagasan, jangan emosional, karena persoalan bangsa ini banyak, kalau tidak tenang pemimpin kita, tentu tidak baik. Tentu pemimpin jangan emosional," pungkasnya.