Ganjar soal PPKM Darurat: Tak Boleh Bupati-Walkot yang Menawar, Harus Laksanakan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah akan memberlakukan kebijakan PPKM Darurat.
"Petunjuk pelaksanaannya hari ini sudah dikeluarkan. Instruksi Mendagri juga sudah disiapkan, mungkin sore ini atau besok sudah keluar. Insyaallah Jateng semuanya siap," kata Ganjar saat meninjau Jogo Tonggo di Desa Wirun, Purworejo, Kamis (1/7).
Pihaknya pun telah menginstruksikan kepada bupati/wali kota untuk melaksanakan PPKM Darurat dengan ketat. Termasuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang kebijakan itu. Dia belum menjelaskan instruksi itu akan berupa surat edaran atau Ingub yang ditujukan ke kepala daerah di kabupaten/kota di Jateng.
"Bupati/Wali Kota harus mencari jalan keluar, sehingga tidak terjadi kepanikan di tengah masyarakat. Tidak boleh ada satupun Bupati/Wali Kota yang menawar, semuanya harus melaksanakan dengan baik. Kalau 14 hari bisa dilakukan, maka ini bisa menekan," tegas dia.
Berikut daftar kota/kabupaten di Jateng yang menerapkan PPKM Darurat:
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 34 data
Nomor | Kabupaten/Kota |
|---|---|
1 | Kabupaten Banjarnegara |
2 | Kabupaten Banyumas |
3 | Kabupaten Batang |
4 | Kabupaten Blora |
5 | Kabupaten Boyolali |
6 | Kabupaten Brebes |
7 | Kabupaten Cilacap |
8 | Kabupaten Demak |
9 | Kabupaten Grobogan |
10 | Kabupaten Jepara |
Masyarakat Bisa Hubungi Pejabat di Daerahnya
Ganjar pun meminta masyarakat untuk tidak panik. Ia mengatakan jika ada masyarakat yang mengalami kesulitan saat PPKM Darurat dilaksanakan, maka ia bisa menghubungi pejabat dan call center daerahnya masing-masing.
"Jangan panik, kita hanya butuh mengetatkan saja. Tindakan-tindakan ini karena situasinya sedang tidak baik-baik saja. Masyarakat tenang saja, tidak apa-apa," katanya.
Kalau ada yang kesulitan, lapor saja. Jogo Tonggo sebagai kekuatan civil society bisa dioptimalkan.
-Gubernur Ganjar Prabowo
Terlepas dari itu semua, Ganjar memohon agar seluruh masyarakat Jateng mendukung program PPKM Darurat ini. Jika di Selandia Baru ada gerakan Tim 5 Juta, maka di Jateng ada Tim 35 Juta.
Tim 5 Juta adalah istilah bagi penduduk Selandia Baru yang berjumlah 5 juta yang bersatu bersama-sama menghalau pandemi COVID-19. Sedangkan jumlah penduduk Jateng sekitar 35 juta.
"Jadi tidak perlu bupati, Satpol PP bengok-bengok (teriak-teriak) di lapangan. Kita butuh dukungan masyarakat, ayo kita bereskan ini dengan tertib protokol kesehatan. Sabar, memang tidak enak. Tapi kalau ini dilakukan, maka akan membereskan dengan cepat," kata Ganjar.
