Ganjar soal PSBB se-Pulau Jawa: Kami Siap Ikuti Komando dari Pusat

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo imbau Pegawai Pemprov Kerja dari Rumah Secara Online. Foto: Dok. pemprov jateng
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo imbau Pegawai Pemprov Kerja dari Rumah Secara Online. Foto: Dok. pemprov jateng

Sestama BNPB Harmensyah menilai, Pulau Jawa sebagai wilayah dengan kasus positif virus corona terbanyak, di Indonesia. Sehingga perlu penerapan PSBB se-Pulau Jawa.

Menanggapi itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan akan mendukung penuh terhadap keputusan yang diambil pemerintah pusat dalam penanganan COVID-19, termasuk bila Pulau Jawa diterapkan untuk PSBB.

"Kami siap saja dengan segala skenario, kami akan mengikuti komando dari pusat. Pokoknya keputusan apa yang dari pusat akan kita dukung," kata Ganjar di rumah dinasnya, Selasa (12/5).

Ganjar juga mengaku siap jika pemerintah memberi kelonggaran kebijakan pada pemda untuk melakukan penyesuaian. Apa pun keputusan pemerintah pusat, Ganjar menegaskan telah melakukan persiapan.

Sejumlah kendaraan memutar arah karena adanya penutupan jalan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tegal, Jawa Tengah. Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

"Ketika kami diberikan kewenangan untuk improvement di daerah akan kami lakukan. Tapi seandainya nanti pusat menyampaikan semua harus PSBB, kami juga akan lakukan," tuturnya.

Saat ini, Ganjar telah menerapkan gerakan Jogo Tonggo atau menjaga tetangga di Jawa Tengah. Sementara terkait PSBB se-Pulau Jawa, Ganjar mengaku masih terus menghitung dampak-dampaknya.

kumparan post embed

"Persiapan pertama adalah menghitung dampaknya. Pasti nanti akan banyak yang di rumah, pasti nanti membutuhkan logistik, pasti membangun sistem transportasi yang sangat terbatas," jelasnya.

Selain menghitung perekonomian dan logistik, hal lain yang patut diperhitungkan adalah dampak keamanan. Untuk itu, ia akan menggandeng TNI-Polri serta seluruh kekuatan masyarakat untuk menjalankan hal itu.

embed from external kumparan

"Sampai seandainya (ditetapkan PSBB), jangan lupa front paling akhir, dalam hal ini tenaga medis dan rumah sakit, akan kita lengkapi. Pokoknya semua skenario dari pusat kita siap," pungkasnya.

Sebelumnya, dalam raker dengan Komisi VIII DPR, Sestama BNPB Hermansyah mengatakan 70 persen kasus corona di Indonesia ada di Pulau Jawa. Penerapan PSBB se-Pulau Jawa pun dinilai diperlukan.

"Kontribusi Pulau Jawa itu ada 70 persen kasus di Pulau Jawa saja meninggalnya 82 persen, sembuhnya 56 persen. Kemudian kita memang perlu pemberlakuan PSBB Se-Jawa di sini, supaya ini bisa ditekan," kata Hermansyah dalam raker virtual.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.