Gatot Nurmantyo: Proxy War Intervensi Pemilu, Jadikan Boneka sebagai Pejabat

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gatot Nurmantyo. Foto: Instagram/Gatot Nurmantyo
zoom-in-whitePerbesar
Gatot Nurmantyo. Foto: Instagram/Gatot Nurmantyo

Deklarator KAMI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo bicara soal kaitan proxy war dan oligarki kekuasaan di Indonesia. Hal ini disampaikan Gatot saat deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Menteng, Selasa (18/8).

Gatot Nurmantyo menjelaskan, kekuatan suatu negara saat ini tak lagi diukur dengan kekuatan fisik.

"Penguasaan suatu negara oleh kekuatan suatu negara tidak lagi dengan kekuatan fisik namun menggunakan proxy war," jelas Gatot di lokasi.

Wujud proxy war ini bisa dalam berbagai bentuk. Mulai dari menguasai pejabat hingga dalam proses pemilu di suatu negara. Namun, Gatot tak merinci siapa yang melakukan praktik proxy war ini.

embed from external kumparan

"Mengintervensi pemilu, memilih pejabat, untuk pada saatnya pejabat tersebut bisa dikendalikan bahkan menjadi boneka bagi kepentingan lain yang bukan tujuan dan kepentingan negara," kata Gatot.

Gatot mengatakan, di Indonesia, ancaman proxy war ini ditandai dengan berkembangnya oligarki kekuasaan. Oligarki ini dilakukan oleh sekelompok orang dan merugikan rakyat.

embed from external kumparan

"Adalah bahaya dari proxy war yang saya katakan hal ini diperburuk dengan tumbuh dan berkembangnya oligarki kekuasaan di negeri ini," kata Gatot.

"Kekuasaan dikelola oleh kelompok orang dan tidak menguntungkan lagi bagi kita, mereka melakukannya dengan topeng konstitusi," lanjut Gatot.

***

Saksikan video menarik di bawah ini.