Geger Mural Jokowi '404 Not Found': Dihapus, Pembuat Diburu Polisi
ยทwaktu baca 2 menit

Geger hadirnya mural di kawasan Jalan Pembangunan I, Kelurahan Bayu Jaya, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang, dengan gambar mirip Presiden Jokowi tetapi ditambah tulisan 'Jokowi: 404 Not Found'.
Mural tersebut menjadi sorotan masyarakat dan pengguna jalan sekitar. Diketahui kode eror '404 Not Found' biasa muncul jika sebuah website tidak keluar atau tidak ditemukan di internet.
Digambarkan pada dinding dengan ukuran 2 x 1 meter itu, sosok mirip Jokowi, berwarna abu-abu, hitam dan putih, dengan bagian mata yang diberikan garis merah tebal bertuliskan '404:NOT FOUND'.
Namun demikian, gambar mural tersebut tak bertahan lama. Setelah diketahui petugas, sejumlah tindakan dilakukan. Meski belakangan diketahui gambar tersebut sudah ada sejak awal tahun.
Mural Dihapus
Mural tersebut telah dihapus pihak kepolisian lantaran dikhawatirkan dapat menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan. Gambar wajah mirip Jokowi dicat hitam, sedangkan mural di kiri kanannya tetap seperti semula.
"Sudah dihapus sejak kemarin Kamis (12/8) oleh petugas setempat. Kami lihat gambar mirip Presiden RI (Jokowi). Dan itu sebagai lambang negara dan pimpinan tertinggi, makanya kami lakukan langkah itu untuk menghindari adanya penafsiran yang salah," kata Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim, Jumat, (13/8).
Polisi Buru Pembuat
Kompol Abdul Rachim mengatakan, pihaknya masih menyelidiki soal mural tersebut. Saat ini pembuat mural tersebut tengah diburu.
"Masih kita selidiki, ya, kita minta keterangan orang-orang yang ada di wilayah setempat. Masih kita identifikasi dan cari si pelaku (pembuat mural)," kata dia.
Respons Istana
Stafsus Mensesneg, Faldo Maldini, angkat bicara soal mural tersebut. Ia mengatakan pembuatan mural sebenarnya tidak salah selama ada izinnya.
"Jadi, mural itu, enggak salah. Kalau ada izinnya. Kalau tidak, berarti melawan hukum, berarti sewenang-wenang," kata Faldo yang dikutip dari akun Twitternya, Sabtu (14/8).
Ia menjelaskan, jika mural digambar di tembok milik orang lain tanpa izin, berarti mencederai hak pemilik tembok. Sehingga mereka yang menggambar mural tanpa izin harus diingatkan.
Faldo menegaskan konten atau kritik yang disampaikan lewat mural tidak ada masalah, apalagi kritik selalu dijawab dengan kinerja yang baik.
Namun mural Jokowi 404 Not Found tersebut digambar di tembok milik orang lain tanpa izin, sehingga menjadi tindakan yang sewenang-wenang.
"Tapi ini tindakan yang sewenang-wenang. Setiap warga negara harus dilindungi dari tindakan yang sewenang-wenang," tegas Faldo.
"Kami sangat berharap, hari ini kita sama-sama menjaga. Kritik dan hinaan seperti apa pun tidak akan mengurangi motivasi untuk menjawab persoalan pandemi yang menghantam seluruh negara di dunia ini. Kami terus berfokus di situ," pungkasnya.
