Gempa 4,7 M Bekasi: Terasa di Jakarta hingga Karawang, Rumah-Musala Rusak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gempa sebesar 4.9 Magnitudo di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (20/8/2025). Foto: X/ @infoBMKG
zoom-in-whitePerbesar
Gempa sebesar 4.9 Magnitudo di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (20/8/2025). Foto: X/ @infoBMKG

Gempa berkekuatan 4,7 magnitudo mengguncang Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (20/8) pukul 19.54 WIB. Gempa ini awalnya dilaporkan memiliki magnitudo 4,9, namun berdasarkan data terbaru BMKG kekuatan gempa lebih kecil yakni 4,7 magnitudo.

Pusat gempa berada di darat 19 km Tenggara Kabupaten Bekasi. Jika melihat koordinatnya, titik gempa berada di wilayah Karawang.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh sumber gempa sesar naik busur belakang Jawa Barat (West Java back arc thrust)," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Rabu (20/8).

Getaran gempa dirasakan cukup kuat di Bekasi, Jakarta, Purwakarta, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Pelabuhan Ratu. Selain itu juga di Cikarang, Bekasi Timur, Cianjur, Bandung, Pandeglang dan Lebak.

kumparan post embed

Sementara berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh Badan Geologi, titik gempa berada pada zona Sesar Baribis.

"Analisis parameter sumber gempa bumi menunjukkan bahwa gempa ini diakibatkan oleh sesar naik pada zona Sesar Baribis," kata Kepala Badan Geologi, M. Wafid, melalui keterangan yang diterima pada Rabu (20/8).

Badan Geologi belum menerima adanya kerusakan bangunan dan korban akibat gempa yang terjadi. Namun demikian, dia memastikan gempa tak akan memicu tsunami karena pusatnya berada di darat.

"Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak diikuti oleh bahaya ikutan, seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi dan longsoran. Oleh karena itu masyarakat tidak perlu khawatir," ucap Wafid.

kumparan post embed

Catatan kumparan berdasarkan laporan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II terdapat 7 gempa di lokasi gempa 4,9 magnitudo Bekasi. Paling besar berkekuatan 3,9 magnitudo yang terjadi pada Rabu (20/8) pukul 22.39 WIB.

kumparan post embed

Cerita Warga Rasakan Gempa

Ilustrasi gempa bumi. Foto: Inked Pixels/shutterstock

Guncangan akibat gempa dirasakan cukup besar di Depok. Deddi, warga Depok, mengatakan gempa terjadi saat ia sedang menyantap makanan. Namun, tiba-tiba kursi yang diduduki bergerak sendiri.

"Saya kira kursinya didorong-dorong, ternyata gempa," ucapnya.

Deddi langsung meminta keluarganya untuk ke luar rumah menyelamatkan diri.

"Anak-anak disuruh keluar, tapi akhirnya balik lagi masuk ke rumah," ucapnya.

Hal yang sama dirasakan oleh Anto, warga Cimanggis Depok. Saat itu dia sedang berada di kamar. Tiba-tiba tembok terasa bergetar.

"Lagi duduk kayak goyang-goyang semua. Tembok sampai getar," kata Anto.

Anto langsung memberi tahu keluarganya untuk keluar rumah.

"Langsung pada ke luar rumah, kenceng banget soalnya tadi terasanya," ucapnya.

Fitra, warga Cinere, Depok, juga merasakan hal serupa.

"Orang-orang pada lari berhamburan. Gempanya cukup kencang. Saya lagi di dalam rumah membawa anak-istri saya ke luar," ucapnya.

kumparan post embed

Laporan Kerusakan

Petugas mengecek musala yang rubuh akibat gempa di Desa Sukabungah Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Rabu (20/8/2025). Foto: BPBD Kab Bekasi

Sebanyak 19 rumah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa 4,7 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Bekasi, Rabu (20/8) malam. Namun belum diketahui kategori kerusakan yang dialami: ringan atau berat.

"Kabupaten Karawang 19 terdampak," kata Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Hadi Rahmat, dalam keterangan tertulisnya.

kumparan post embed

Sebuah musala di Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, juga rubuh akibat gempa tersebut.

“Satu sarana ibadah (musala) di Desa Sukabungah Kecamatan Bojongmangu rusak berat atau rubuh, tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut di wilayah Kabupaten Bekasi,” ucap Kabid Darlog BPBD Kabupaten Bekasi, Dody, dalam keterangannya, Rabu (20/8).

“Saat ini Tim BPBD Kabupaten terus berkoordinasi dengan BMKG, BPBD Provinsi Jawa Barat, dan aparatur kecamatan untuk memantau perkembangan situasi serta kemungkinan adanya gempa susulan,” tambahnya.

kumparan post embed

Gedung PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) Puskesmas Pangkalan, Karawang, juga mengalami kerusakan. Video kondisi gedung tersebut beredar.

Kepala Dinas Kesehatan Karawang, Endang Suryadi, membenarkan kondisi tersebut.

"Benar di Pangkalan, lagi dicek dulu sama kapusnya. Kemungkinan ada retakan-retakan, tapi nggak banyak," kata dia.

Sejauh ini, pihaknya masih melakukan penelusuran apakah ada gedung kesehatan lainnya yang rusak akibat gempa.

kumparan post embed
Bangunan sekolah di Karawang rusak akibat gempa. Foto: ANTARA/HO-WAG

Wilayah Kecamatan Pangkalan di Karawang menjadi salah satu yang terdampak gempa. Camat Pangkalan, Bunawan, mengatakan wilayahnya mengalami kerusakan yang paling parah.

Dikutip dari Antara, Camat Pangkalan, Karawang, Bunawan, mengatakan aula kantornya dan sebuah sekolah juga terdampak gempa. Sebagian besar kerusakan akibat gempa tersebut ialah di bagian atap dan dinding yang mengalami retak.

"Untuk sementara seperti itu. Kami masih melakukan pendataan lebih lanjut," kata Bunawan.

kumparan post embed

Imbauan Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Foto: Dok. Humas Pemprov Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi merespons gempa 4,7 magnitudo di Kabupaten Bekasi, Jabar. Ia memastikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar telah turun ke lokasi gempa.

"Dan saya berkoordinasi dengan bupati untuk memastikan kondisi apakah ada kerusakan, apakah ada korban? Sejauh ini belum ada laporan," kata Dedi kepada kumparan.

"Dan selanjutnya, meminta warga untuk tetap tenang," ujar Dedi.

kumparan post embed

KRL hingga Whoosh Terdampak

Suasana peron arah Manggarai di Stasiun Cikini dipadati penumpang imbas perjalanan KRL terhambat gempa, Rabu (20/8/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Perjalanan KRL dan Whoosh terdampak gempa 4,9 magnitudo yang mengguncang Bekasi, Jawa Barat.

Rangkaian commuter line terpaksa berhenti sementara usai gempa terjadi untuk pengecekan jalur. Beberapa penumpang memilih untuk turun dan beralih ke ojek online.

"Tadi pas KRL berhenti di Stasiun Depok Baru. Sudah 15 menit lebih nunggu belum ada kepastian. Jadi keluar aja deh naik ojol," kata seorang warga, Madina, di lokasi, Rabu (20/8).

Namun, sebagian KRL berhenti tidak di stasiun. Ini dialami oleh Nur Jannah. Sejumlah penumpang mulai resah karena KRL tak kunjung berjalan lagi.

"Tadi pengumumannya masih nunggu pengecekan jalur," kata Nur Jannah.

Warga Citayam, Bogor itu, mengatakan, di dalam gerbong sejumlah penumpang mulai curhat. Sebagian sudah pasrah.

"Enggak pas di stasiunnya nih. Jadi enggak bisa turun buat naik ojol. Soalnya pintunya ketutup," tutur Eka menirukan sejumlah curhatan penumpang.

Sejumlah penumpang berada di rangkaian KRL Jakarta Kota-Bogor pascagempa, Rabu (20/8/2025). Foto: Febria Adha Larasati/kumparan
kumparan post embed

KRL berhenti hingga 32 menit. Kondisi itu menyebabkan penumpukan penumpang. Seperti yang terjadi di Stasiun Cikini.

"Biasanya jarak antar kereta itu 5 menit barusan aku nanya ke petugas. Tapi karena ada permasalahan pengecekan jalur ini jadi (KRL berhenti) lebih dari setengah jam," kata Widya.

"Terhambatnya sekitar 32 menit dari aku sampai," lanjutnya.

Widya mengatakan, saat ini perjalanan KRL akan kembali dilanjutkan.

"Kereta baru mau masuk lagi," pungkasnya.

kumparan post embed
Ilustrasi Whoosh. Foto: KCIC

Sementara Whoosh harus membatalkan sejumlah perjalanan akibat gempa tersebut. Menurut keterangan KCIC ada total 8 perjalanan Whoosh yang dibatalkan, yakni sebagai berikut:

  • Keberangkatan dari Stasiun Halim: G1057, G1059, G1061, dan G1063

  • Kedatangan menuju Stasiun Halim: G1058, G1060, G1062, dan G1064

"Penumpang yang terdampak pembatalan akan mendapat fasilitas pengembalian bea tika 100%. Proses pengembalian dapat dilakukan melalui loket stasiun hingga H+3 setelah jadwal keberangkatan," kata KCIC.

"Dana pengembalian akan ditransfer kembali kepada penumpang maksimal 15 hari kerja setelah proses pembatalan dilakukan," tambahnya.

kumparan post embed

MRT dan LRT Jabodebek Normal

Ilustrasi MRT Jakarta. Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Meski gempa dirasakan cukup kuat, MRT dan LRT Jabodebek tetap beroperasi normal. Tasya (34) pegawai di kawasan Jakarta Selatan mengatakan tidak ada gangguan terhadap MRT yang biasa dipakai sebagai transportasi pergi dan pulang kerja. Kepanikan juga tidak terlihat.

Begitu juga dengan LRT Jabodebek yang beroperasi normal dan dipastikan aman usai gempa 4,7 magnitudo.

Sebagai langkah mitigasi, perjalanan sempat dijalankan menggunakan mode Supervised Manual Mode dengan train attendant berada di kabin untuk memastikan kondisi lintas aman. Kini, seluruh layanan LRT Jabodebek telah kembali berjalan lancar tanpa hambatan.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada para pengguna atas kepercayaan yang diberikan. Operasional LRT Jabodebek saat ini dalam kondisi normal dan aman, dan kami berkomitmen untuk terus menjaga keselamatan serta kenyamanan perjalanan," kata Executive Vice President Divisi LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, Rabu (20/8).

kumparan post embed