Geng Lampung Bermain dalam Perampokan dan Pembunuhan Davidson

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Metro Kombes Argo Yuwono (Foto: Aria Pradana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Metro Kombes Argo Yuwono (Foto: Aria Pradana/kumparan)

Davidson Tantono tewas dengan luka tembakan. Uang Rp 300 juta yang dia bawa juga diambil perampok. Para pelaku yang berjumlah empat orang ini menggunakan modus ban kempes dengan menebar paku.

[Baca juga: Perampok yang Tembak Davidson di Daan Mogot Gunakan Paku Modifikasi]

Ketika korban berhenti dan hendak mengganti ban, pelaku menembak korban, lalu mengambil koper berisi uang Rp 300 juta.

Beberapa hari berlalu, dua pelaku perampokan ditangkap. Kedua pelaku ditangkap di tempat terpisah.

Davidson Tantono (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Davidson Tantono (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)

"Pelaku ditangkap sekitar 2 hari yang lalu, dalam waktu yang berbeda. Satu orang ditangkap di Bogor, satu di Lampung," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (15/6).

Argo tak menampik kalau para pelaku ini adalah geng Lampung. Kabarnya, anggota geng Lampung ini banyak yang bermain di Jabodetabek, hijrah dari Lampung karena kebijakan tembak mati di sana bagi begal dan perampok.

Namun Argo menjelaskan, semua masih perlu didalami dan dicek kebenaranya.

"Masih kita dalami," tegas dia.

Kabarnya pistol yang didapatkan pelaku berasal dari Geng Palembang. Namun Argo kembali menjawab normatif.

"Masih kita dalami," tutup dia.