Gerebek Kafe Diduga Sarang Narkoba, BNNK Deli Serdang Diserang: 2 Mobil Rusak

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Deli Serdang mendapat perlawanan dari warga sekitar saat melakukan penggerebekan di Kafe Janah, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu (28/6) dini hari.
Kepala BNNK Deli Serdang, Kombes Pol Josua Tampubolon, mengatakan saat itu pihaknya melakukan penggerebekan di kafe tersebut yang diduga menjadi tempat peredaran narkoba berdasarkan laporan masyarakat. Selanjutnya, BNNK Deli Serdang bersama Satpol PP turun ke lokasi.
"Jadi kemarin kami razia operasi Saber Bersinar, yakni sapu bersih narkoba. Jadi ini dasarnya karena ada pengaduan masyarakat yang sudah resah bahwa kafe tersebut diduga ada peredaran narkotika. Terus ada perdagangan anak di bawah umur, prostitusi, karena mereka menyediakan LC (ladies companion) di bawah umur," kata Josua saat dihubungi, Selasa (30/6).
Saat penggerebekan di dalam kafe tersebut, BNNK Deli Serdang melakukan pemeriksaan dan tes urine terhadap 100 pengunjung. Hasil tes urine menunjukkan 23 orang positif narkoba, di antaranya seorang kepala desa. Sementara itu, beberapa pengunjung lainnya kabur.
Josua menuturkan, petugas menemukan barang bukti berupa diduga narkoba di lantai kafe serta botol air mineral yang sudah tercampur ekstasi. Botol air mineral tersebut dijual seharga Rp 250.000.
"Petugas kami langsung melakukan pemeriksaan identitas, kemudian ditemukannya ada barang bukti diduga narkotika di lantai. Kemudian ada juga air mineral yang berwarna. Jadi keterangan dari pengunjung yang tes urine positif itu ada jual paket botol air mineral dicampur dengan ekstasi. Ini model baru menyediakan paket itu. Tapi bahasanya mereka itu seperti air mineral yang segar gitu, itu Rp 250.000 satu botolnya," jelas Josua.
Lalu, saat 23 pengunjung yang positif hendak dibawa ke dalam truk petugas, massa berkumpul dan menghalangi petugas.
"Jadi setelah 23 itu kami bawa masuk ke dalam truk, di luar sudah ada massa berkumpul. Kita tidak kenal, tapi yang jelas katanya warga di situ. Ada dua orang mengaku oknum wartawan berinisial SH dan JS. Jadi, mereka menghadang saya. Mereka bilang, 'Mana surat penggerebekan?' Saya bilang, 'Kalian siapa?' 'Kami wartawan,' katanya. 'Mana tanda pengenalnya?' kata saya. Ditunjukkan, tapi enggak ada fotonya. Jadi saya bilang, 'Sudah, kalian wartawan, saya Kepala BNN Deli Serdang. Tolong jangan halangi kami, kami sedang melaksanakan tugas,'" jelas Josua.
Mobil Dinas Satpol PP Dirusak
Selanjutnya, massa merusak dengan melempari mobil dinas Satpol PP dan BNNK Deli Serdang.
"Dua mobil ini diadang, dipalang, kemudian dilempar. Dirusaklah mobilnya kedua itu," ujar Josua.
Josua menuturkan, kedua DJ berinisial A dan AP positif menggunakan narkoba dan berhasil kabur. Pihaknya telah menetapkan keduanya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Ditarik sama massa kedua DJ ini, kaburlah mereka. Jadi ada beberapa DPO ini, wartawan JS, DJ perempuan berinisial A dan DJ laki-laki berinisial AP, dengan ada beberapa lagi masyarakat yang lainnya," ujar Josua.
Josua kemudian membuat laporan ke Polrestabes Medan terkait perusakan mobil dinas dan dugaan menghalangi petugas saat penggerebekan narkoba.
Sebanyak enam orang kemudian diamankan di Polrestabes Medan, termasuk oknum wartawan berinisial SH. Namun, dua orang tidak ditahan karena masih di bawah umur dan seorang kasir tidak ikut dalam perusakan.
Keempat pelaku yang ditahan berinisial AS (34), AI (20), MS (18), dan SH (37).
"Kami amankan lah enam orang pelakunya di Satreskrim Polrestabes Medan. Pasalnya itu perusakan kendaraan mobil dinas, kemudian menghalangi petugas dan provokasi," ucap Josua.
"Untuk enam kami bawa ke Polrestabes Medan, empat ditahan. Dia lagi itu tidak ditahan karena satu kasir tidak ikut melakukan perusakan, satu lagi anak di bawah umur, dia hanya sebagai saksi," pungkas Josua.
