Gerindra: Bukan Tipikal Prabowo Deal-deal Politik Dagang Sapi

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jokowi (kiri) dan Prabowo (kanan) bergandengan usai menandatangani deklarasi kampanye damai Pemilu 2019 di Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi (kiri) dan Prabowo (kanan) bergandengan usai menandatangani deklarasi kampanye damai Pemilu 2019 di Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Upaya rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo kini menguat menjelang putusan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi, Kamis (27/6). Isu yang merebak, rekonsiliasi itu juga diikuti dengan beberapa tawaran jabatan untuk kubu Gerindra.

Politikus Gerindra Andre Rosiade membantah isu itu. Dia mengatakan, hingga saat ini tak ada permintaan dari Gerindra soal beberapa jabatan di pemerintahan.

"Enggak ada deal-deal permintaan menteri dari pihak kami atau wantimpres dari pihak kami. Kami masih fokus terhadap MK," kata Andre kepada kumparan, Selasa (25/6).

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade. Foto: Maulana Ramadan/kumparan

Andre menuturkan, belum ada pertemuan antara Prabowo dan TKN maupun utusan Jokowi, apalagi terkait kesepakatan beberapa jabatan sebagai syarat rekonsiliasi.

"Bukan untuk deal-deal politik dagang sapi. Apalagi untuk panggung 2024, itu bukan tipikal Pak Prabowo dan bukan tipikal Partai Gerindra," katanya.

Kendati demikian, Andre menegaskan, Jokowi dan Prabowo pasti akan bertemu. Namun dia tak bisa memastikan kapan pertemuan itu berlangsung.

kumparan post embed

Dia menegaskan, pertemuan itu hanya akan bertajuk silaturahmi, bukan untuk membuat kesepakatan politik.

"Pasti insyaallah bertemu, kan mereka berdua bersahabat. Tapi pertemuan itu sebatas silaturahmi, enggak ada deal-deal. Kita bukan seperti partai-partai lain pergi merapat, kita enggak," pungkasnya.