Gerindra soal Isu Koalisi 4+1 di Pilkada: Jokowi Memang Bagian dari KIM

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi bersama Menhan Prabowo Subianto meninjau alutsista di TNI di Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Kabupaten Magetan, Jumat (8/3). Foto: Dok. Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi bersama Menhan Prabowo Subianto meninjau alutsista di TNI di Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Kabupaten Magetan, Jumat (8/3). Foto: Dok. Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Pilkada 2024 sudah di depan mata. Semua partai politik mulai menimbang siapa kawan yang akan diajak juga calon yang akan disusun.

Romantisme Pilpres 2024 tampaknya belum bisa lepas di Pilkada 2024. Bahkan ada isu beredar adanya Koalisi 4+1. Koalisi berisi partai Koalisi Indonesia Maju (KIM), yakni Gerindra, Golkar, PAN, dan Demokrat. Namun, 'plus satu' yang dimaksud bukan partai, melainkan Presiden Jokowi.

Terkait hal itu, Waketum Partai Gerindra, Habiburokhman, tak menampik soal itu. Bahkan, dia menyebut, Jokowi memang bagian dari KIM yang mendukung Prabowo-Gibran.

"Kalau Pak Jokowi kan hitungannya dalam Koalisi Indonesia Maju. Beliau kan memang bagian dari KIM secara, menurut saya, secara substansi karena pemikiran-pemikiran Beliaulah yang akan dilanjutkan oleh KIM," kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/6).

"Konteksnya begitu. Jadi tidak dihitung sebagai partai sendiri, Pak Jokowi. Karena kami ini ingin melanjutkan legacy Beliau, legacy-legacy, Pak Jokowi," tambah dia.

Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto (tengah) didampingi sejumlah Ketua Umum Partai Koalisi Indonesia Maju berdoa usai penetapan hasil Pemilu 2024 di Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (20/03). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Koalisi 4+1 ini memang tidak menyasar ke semua daerah di Pilkada 2024. Hanya ada beberapa daerah saja. Kabarnya, pertarungan akan dipusatkan di Sumatera Utara, Jakarta, dan Jawa Tengah.

"Jadi gini, ya kita sebisa mungkin mendorong keselarasan antara kepala-kepala daerah dengan kepemimpinan nasional. Jadi, bagusnya begitu," ujar Wakil Ketua Komisi III itu.

Anggota DPR dari Dapil Jakarta Timur itu malah mengundang semua partai di luar KIM untuk bergabung. Dengan begitu, perjalanan pemerintahan akan lebih baik.

"Koalisi Indonesia Maju kan sudah bagus, kemarin menang. Kalau boleh kita berkoalisi lagi ditambah, jangan plus 1, kalau bisa plusnya banyak. Plus partai-partai yang kemarin belum bergabung, sekarang bergabung dalam bentuk koalisi baru. Bagus juga," ucap dia.