GI dan iForte Luncurkan PLTS Atap Terbesar di Jakarta: Simbol Transisi Energi
·waktu baca 3 menit

Pusat perbelanjaan Grand Indonesia (GI) bersama dengan iForte Energi meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surga (PLTS) Atap berkapasitas 1,4 megawatt-peak (MWp) pada Rabu (24/9). Proyek ini tercatat sebagai PLTS atap terbesar di Jakarta dan menjadi simbol transisi energi bersih di jantung ibu kota.
Presiden Direktur iForte Energi, Mohammad Iwan, menyebut peresmian ini sebagai pencapaian penting dalam mendorong energi terbarukan di sektor komersial. Nilai investasi untuk PLTS atap ini mencapai kisaran Rp 15-20 miliar.
“Hari ini kita merayakan pencapaian yang luar biasa, yaitu peresmian pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Jakarta yang berlokasi tepat di Grand Indonesia. Proyek ini akan berkontribusi besar dalam penghematan energi dan pengurangan emisi karbon,” ujarnya saat acara peluncuran di Menara BCA, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/9).
Menurut Iwan, iForte menyediakan solusi end-to-end mulai dari perencanaan, desain, instalasi, hingga pemeliharaan. Hingga kini, iForte telah membangun dan merencanakan kapasitas hingga 100 MWp energi baru terbarukan.
“Kalau itu sudah jadi semua, maka itu bisa menghindari kurang lebih 114 ribu ton emisi CO2 per tahun, setara dengan menanam kurang lebih 2,5 juta pohon,” tambah Iwan.
Head of Corporate Communications Grand Indonesia, Anisa Hazarini, menjelaskan PLTS ini mampu menghasilkan listrik sebesar 1,7 juta kWh per tahun dan menekan emisi karbon lebih dari 1.500 ton CO2.
“Tentunya ini merupakan bagian dari program GI Good Initiative, yaitu komitmen kami terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan dalam meminimalisasi perubahan iklim,” kata Anisa.
Kementerian ESDM turut mengapresiasi langkah ini. Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan, Andria Febi Misna, menyebut PLTS atap Grand Indonesia sebagai yang terbesar di sektor komersial ibu kota.
“PLTS Atap ini menjadi simbol kepedulian kita untuk menghadirkan energi bersih dan ramah lingkungan di tengah hiruk pikuk kota, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan untuk implementasi prinsip ESG di sektor komersial dan bangunan,” jelasnya.
Pemerintah menargetkan bauran energi baru terbarukan mencapai 23% pada 2025 dan net zero emission pada 2060. Febi menyebut potensi energi surya di Indonesia sangat besar, yakni mencapai 3,3 terawatt, namun baru sekitar 1 gigawatt yang terpasang.
“Jadi kita punya space yang sangat besar sebenarnya untuk bisa kita manfaatkan energi surya yang ada di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta menegaskan proyek ini berkontribusi nyata dalam pencapaian target energi daerah.
Kepala Bidang Energi Disnakertransgi DKI Jakarta, Andono Wari, mengatakan, PLTS Atap di Jakarta sudah melampaui target.
“Di tahun 2025 ini, catatan kami kapasitas terpasang PLTS Atap di Jakarta sudah mencapai 34 MWp dari target 25 MWp. Artinya sudah melampaui target. Dan tentu salah satu yang menyumbang pelampauan target ini adalah dari Grand Indonesia,” katanya.
Dengan kapasitas 1,4 MWp, Grand Indonesia kini menjadi commercial building dengan PLTS atap terbesar di Jakarta. Proyek ini diharapkan menjadi contoh bagi gedung-gedung lain untuk mengadopsi energi bersih, sejalan dengan visi pemerintah dan komitmen kota Jakarta menuju kota global berkelanjutan.
