News
·
30 April 2020 8:46

Golkar Bela Stafsus Milenial: Kita Harus Berterima Kasih ke Pegiat Startup

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Golkar Bela Stafsus Milenial: Kita Harus Berterima Kasih ke Pegiat Startup (37625)
Presiden Joko Widodo bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro
Dugaan penyalahgunaan wewenang di kalangan staf khusus milenial Presiden Jokowi menuai polemik. Politikus PDIP Arteria Dahlan bahkan meminta para milenial di Istana itu dibubarkan.
ADVERTISEMENT
Merespons hal itu, Ketua DPP Partai Golkar Maman Abdurrahman mengaku tak sependapat. Dia menilai stafsus milenial tak perlu dibubarkan.
"Tidak perlu dibubarkan, ini hanya pola dan cara pandang antar generasi yang belum matching. Insyallah nanti pasti akan bisa mengerti dan saling memahami," kata Maman saat dimintai tanggapan, Kamis (30/4).
Maman berpandangan, seharusnya pemerintah berterima kasih kepada para anak-anak muda yang menjadi stafsus presiden. Sebab, mereka memiliki karya startup yang sangat dibutuhkan bangsa Indonesia.
"Justru kalau saya malah menyarankan kita berterima kasih kepada adik-adik milenial kita yang telah berhasil membuat produk-produk seperti itu," ujar Maman.
"Saran saya kepada mereka-mereka para generasi milenial pegiat perusahaan startup, maju terus. Jangan pernah takut berkarya karena keberhasilan yang hakiki tidak akan pernah dilalui melalui jalan yang lunak tapi pasti melalui jalan yang keras dan terjal," tambahnya.
Golkar Bela Stafsus Milenial: Kita Harus Berterima Kasih ke Pegiat Startup (37626)
Maman Abdurrahman diperiksa KPK Foto: Reno Esnir/Antara
Anggota Komisi VII DPR itu juga meluruskan terkait banyaknya dugaan salah sangka untuk program Prakerja yang menelan biaya mencapai Rp 5,6 T itu. Dijelaskan Maman, karena kondisi wabah COVID-19, maka yang digunakan adalah modul online untuk program kartu Prakerja.
ADVERTISEMENT
Maman menuturkan lembaga yang memiliki kemampuan membuat module online baru sekitar 300-an lembaga. Lalu 300-an lembaga pelatihan itu memasarkan module mereka melalui market place virtual yang sampai saat ini ada sebanyak delapan perusahaan virtual, salah satunya adalah Ruangguru.
Nantinya, menurut Maman, kalau memang ada lagi perusahaan startup seperti Ruangguru, Pintaria, Sekolahmu dan lain-lain, dia meyakini pemerintah akan dengan senang hati menerima.
"Karena perusahaan-perusahaan startup tersebut hanya sebagai market atau pasar saja untuk memasarkan modul-modul pelatihan yang dimiliki oleh semua lembaga pelatihan," jelas Maman.
Sebelumnya, Politikus PDIP Arteria Dahlan meminta Ketua KPK Firli Bahuri untuk mengusut dugaan pidana di proyek kartu Prakerja yang melibatkan para stafsus milenial. Pernyataan Arteria itu disampaikan saat raker dengan KPK pada Rabu (29/4).
ADVERTISEMENT
"Bubarkan saja stafsus anak muda. Saya muda, tak pernah rampok uang rakyat. Ini anak muda, ngangkat uang rakyat triliunan, malu kita. Kita minta tolong ketua mainkan ini," kata Arteria.
-----
Simak panduan lengkap dalam menghadapi pandemi corona dalam Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.