News
·
27 Maret 2020 12:08

Golkar: Jakarta Harusnya Sudah Bisa Lockdown

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Golkar: Jakarta Harusnya Sudah Bisa Lockdown (25248)
Penumpang MRT menggunakan masker di tengah penyebaran virus corona di Jakarta, Selasa (17/3/2020). Foto: Reuters/Willy Kurniawan
Pemerintah menegaskan tidak akan memberlakukan kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona. Termasuk di Jakarta yang memiliki jumlah korban positif corona terbanyak.
ADVERTISEMENT
Namun, Waketum Golkar Melchias Marcus Mekeng menilai, sudah waktunya Jakarta menerapkan lockdown untuk mencegah lebih banyak korban positif virus corona di ibu kota.
"Sudah bisa (Jakarta Lockdown), sekarang yang dibutuhkan action, dan bukan kebanyakan rapat dan tidak ada action," kata Mekeng kepada kumparan, Jumat (27/3).
Anggota Komisi XI DPR itu mengatakan, lockdown memang merupakan cara yang ampuh untuk memutus mata rantai penularan virus corona. Namun, Mekeng meminta jika lockdown berlaku, maka pemerintah wajib menyiapkan logistik bagi masyarakat.
Golkar: Jakarta Harusnya Sudah Bisa Lockdown (25249)
Ketua Penyelenggara Munas Golkar Melchias Marcus Mekeng. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
"Pemerintah harus menyiapkan sembako bagi masyarakat yang penghasilannya harian dan yang tidak punya penghasilan, setelah itu menyiapkan anggaran bayar listrik sehingga masyarakat bisa patuh," katanya.
Mekeng menilai, pemerintah bisa menggandeng perusahaan swasta yang bergerak di sektor logistik untuk distribusi. Selain itu, Mekeng mengatakan Indonesia bisa mencontoh Rusia dalam hal distribusi logistik pasca-lockdown.
ADVERTISEMENT
"Soal siapa yang berhak menerima, kita minta Mendagri mengumpulkan seluruh kepala desa/RT untuk mendata warga-warga yang berhak menerima. Dan apabila ada penyalahgunaan oleh aparat pemerintah, maka kenakan pidana 5 tahun seperti yang dilakukan oleh Rusia," ujar Mekeng.
Lebih lanjut, Legislator dapil NTT itu meminta pemerintah untuk segera mengorbankan anggaran-anggaran infrastruktur dan dialihkan untuk kesehatan masyarakat.
"Saya sarankan Presiden dan Menkeu segera memotong anggaran yang tidak penting seperti Alutsista, pembangunan gedung-gedung dan infrastruktur yang masih bisa dipending untuk masa yang akan datang," katanya.
"Lebih baik kita punya pertumbuhan ekonomi dua atau tiga persen dan rakyatnya sehat daripada pertumbuhan ekonomi 4-5 persen tetapi rakyatnya banyak yang meninggal dan keluarga yang ditinggalkan hidupnya tambah susah," tandas Mekeng.
ADVERTISEMENT
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!