GP Ansor Desak Polisi Tangkap Penganiaya Ade Armando

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi membawa Ade Armando yang terluka saat demo 11 April di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (11/4). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Polisi membawa Ade Armando yang terluka saat demo 11 April di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (11/4). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Dosen Universitas Indonesia Ade Armando menjadi korban penganiayaan massa saat datang ke demo 11 April. Ia dihajar hingga mengalami luka di bagian kepalanya.

Aksi anarkis itu mendapat kecaman dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Organisasi yang merupakan bagian dari PBNU itu menyatakan prihatin dan mengutuk aksi anarkis tersebut.

“Penganiayaan kepada Ade Armando ini tindakan brutal sekali. Ansor mengutuk keras. Apa pun alasannya, tindakan kekerasan tidak bisa dibenarkan," ujar Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) Hasan Basri Sagala dalam keterangannya, Senin (11/4).

Ia meminta aparat kepolisian segera menangkap para pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Jangan tunggu lama, polisi harus tangkap pelaku apalagi data rekaman kejadian sudah banyak beredar,” ujar Hasan.

Hasan menilai, kekerasan yang dilakukan sejumlah orang terhadap Ade Armando mencederai aksi damai yang dilakukan oleh massa mahasiswa. Kekerasan tersebut jelas tidak segaris dengan apa yang diperjuangkan oleh mahasiswa.

Untuk itu, Hasan mengatakan, GP Ansor mendesak para pelaku bisa segera ditangkap dan diadili.

GP Ansor berharap polisi bisa bekerja cepat mengusut kasus ini. Selain akan membuat terang siapa saja pelakunya, penangkapan ini akan membuka jelas apa motif sebenarnya dari pengeroyokan tersebut.

"Lebih baik pelaku segera menyerahkan diri daripada mendapat tindakan tegas dari aparat. Tindakan mereka telah merusak aksi mahasiswa,” tandasnya.