Greenpeace: 51 Ribu Hektare Hutan di Papua Dibakar Untuk Lahan Sawit

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konperensi Pers Penyampaian Laporan ‘The Final Countdown’ oleh Greenpeace Indonesia di Hotel Artotel, Jakarta Pusat. (Foto: Ferry/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Konperensi Pers Penyampaian Laporan ‘The Final Countdown’ oleh Greenpeace Indonesia di Hotel Artotel, Jakarta Pusat. (Foto: Ferry/kumparan)

Dalam laporan terbaru Greenpeace Indonesia berjudul ‘The Final Countdown’, setidaknya 130 ribu hektare hutan Indonesia dibakar untuk membuka lahan perkebunan sawit.

Dari data Greenpeace, sebanyak 40 persen atau 51 ribu hektare dari jumlah tersebut adalah berada di Papua, yang menurut mereka, merupakan wilayah baru pembukaan lahan sawit.

“Temuan kami setidaknya ada 130 ribu hutan-hujan bersih sejak 2015, 40 persennya ada di Papua,” ujar juru kampanye Greenpeace Indonesia Annisa Rahmawati dalam jumpa pers di Art Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/9).

Perkebunan Kelapa Sawit Asian Agri. (Foto: Jafrianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Perkebunan Kelapa Sawit Asian Agri. (Foto: Jafrianto/kumparan)

Annisa menjelaskan, saat ini hampir keseluruhan area hutan hujan di area Sumatra dan Kalimantan sudah tergerus oleh perkebunan sawit. Sedangkan Papua, merupakan area baru yang mulai dieksplorasi oleh para produsen kelapa sawit.

“Setelah menghancurkan banyak hutan hujan di Sumatra dan Kalimantan, industri sawit mendorong ke wilayah baru di Papua,” kata Annisa.

Greenpeace mencatat, industri sawit dan bubur kertas sudah membuka sekitar 24 juta hektar hutan hujan di Indonesia dari 1990 hingga tahun 2015.

Di Indonesia, Riau masih memimpin sebagai wilayah yang mengalami pengurangan luas terbesar sejak tahun 2001 hingga 2017, disusul oleh Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Selatan.

Indonesia masih berada di urutan ketiga negara yang mengalami kehilangan tutupan hutan terluas di dunia, di bawah Brazil dan Kongo. Adapun negara Asia tenggara lainnya, Malaysia, berada di urutan kelima.