kumparan
14 September 2019 19:47

Gudang Amunisi Mako Brimob di Semarang Masih Berpotensi Meledak

Komandan Korps Brimob Polri, Irjen pol Anang Revandoko (kanan) bersama Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel di Mako Brimob. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Korps Brimob Polri gabungan Jibom Polda Jateng hingga kini masih memeriksa lokasi ledakan di gudang penyimpanan amunisi atau bahan peledak (handak) temuan masyarakat di Mako Brimob Srondol, Semarang.
ADVERTISEMENT
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan lokasi sudah aman agar olah TKP bisa segera dilakukan oleh tim Labfor, Inafis dan Penyidik dari Polda Jateng.
"Pengamanan ini dalam bentuk untuk memastikan bahwa TKP sudah aman dan bisa dilakukan pengolahan TKP," ujar Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel di Mako Brimob, Sabtu (14/9).
Pemeriksaan dan pengamanan tim Jibom memakan waktu lama. Sebab, kata Rycko, diyakini masih terdapat bahan peledak atau mortir yang tertimbun reruntuhan tembok.
"Masih ada beberapa yang tertimbun dengan tembok dan kerangka-kerangka dari atap rumah ini memerlukan waktu," katanya.
Di sisi lain, Rycko mengakui masih adanya potensi ledakan susulan. Oleh karenanya, pihaknya tidak mau mengambil banyak risiko dalam mempercepat proses investigasi. Saat ini, fokusnya membersihkan area kejadian.
ADVERTISEMENT
"Handak yang dikumpulkan sudah lebih dari separuh, ya, tinggal yang besar-besar aja. Dievakuasi di bom basket. Masih berpotensi meledak. Karena itu juga handak, itu bom kan," kata Rycko.
Sementara itu, ditanya terkait penyebab ledakan Rycko mengaku belum bisa menjawab. Musababnya, saat ini tim olah TKP yang terdiri dari tim Labfor, tim Inafis dan penyidik belum bisa masuk ke lokasi.
"Tim olah TKP saat ini belum bisa masuk, karena tim dari Jibom menyatakan, evakuasi handak dan memastikan keamanan di dalam ini belum selesai," ujarnya.
Komandan Korps Brimob Polri, Irjen pol Anang Revandoko menambahkan, saat ini tim Jibom masih sedikit demi sedikit melakukan pengamanan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan