Gunung Anak Krakatau Erupsi, UI Terapkan PJJ Selama 2 Hari

Universitas Indonesia (UI) menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai bentuk kewaspadaan terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Rektor Universitas Indonesia Nomor:SE-2465/UN2.R/SDM.05/2026 dan diumumkan kampus melalui akun Instagram resminya.
"Sehubungan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik yang berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk wilayah DKI Jakarta, Depok dan sekitarnya, serta dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan sivitas akademika, dan memastikan keberlangsungan kegiatan Universitas Indonesia, perlu dilakukan langkah mitigasi terhadap dampak kondisi tersebut," demikian keterangan UI.
PJJ berlangsung selama dua hari yakni pada 7 dan 8 September. PJJ dapat diperpanjang sesuai hasil pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Pengecualian bagi yang menjalankan kegiatan praktikum dan akademik yang memerlukan kehadiran langsung, dapat dilaksanakan sesuai pengaturan fakultas atau sekolah dengan tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan.
Sementara itu, bagi karyawan dengan unit kerja pelayanan langsung kepada sivitas akademika dan masyarakat, seperti layanan kesehatan, keamanan, kebersihan, layanan terpadu, dan teknisi, tetap melaksanakan tugas dari kantor.
"Universitas Indonesia terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan memantau perkembangan situasi serta akan menyampaikan informasi dan arahan lebih lanjut melalui kanal komunikasi resmi Universitas Indonesia," jelasnya.
