Gunung Lewotobi Laki-laki 19 Kali Erupsi dalam Kurun Waktu 6 Jam
ยทwaktu baca 2 menit

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki mencatat, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengalami erupsi sebanyak 19 kali pada Minggu (21/9).
Erupsi ini tercatat dalam periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WITA.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Lewotobi Laki-laki, Emanuel Rofinus Bere, mengatakan teramati 19 kali erupsi itu dengan tinggi 500-3500 meter dan warna asap kelabu.
"Gunung jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50-200 meter di atas puncak kawah," kata Emanuel dikutip dari Antara.
Menurutnya, 19 kali erupsi tercatat dengan amplitudo 7.4-47.3 mm dan durasi selama 466 detik hingga 303 detik.
Terjadi Gempa Vulkanik
Dalam periode pengamatan itu, terjadi dua kali gempa guguran dengan amplitudo 2.9-4.4 mm, durasi 35-50 detik, delapan kali gempa hembusan dengan amplitudo 5.9 mm hingga 29.6 mm dan durasi selama 35 detik hingga 43 detik, dan dua kali gempa low frekuensi dengan amplitudo 2.9 mm hingga 5.9 mm dengan durasi 23-28 detik.
Selanjutnya, terjadi empat kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 4.4 mm, S-P : 1.6 detik, durasi 2.3 detik dengan durasi 10-20 detik, dan empat kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3.7-37 mm, S-P : 14.5-58 detik dengan durasi 58-140 detik.
"Cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara 25.3-33.1 derajat celsius," katanya.
Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini berada pada Status Level IV (Awas). Masyarakat dan pengunjung diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius enam km dan sektoral barat daya-timur laut tujuh km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Masyarakat juga diimbau agar tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah setempat serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diminta untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama daerah Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki, memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
