Gunung Merapi Keluarkan 9 Kali Guguran Lava Pijar hingga Kamis Pagi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Titik api diam terlihat dari lereng Gunung Merapi Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (5/1/2020). Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Titik api diam terlihat dari lereng Gunung Merapi Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (5/1/2020). Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyampaikan laporan pengamatan Gunung Merapi periode Kamis (7/1) pukul 00.00 WIB sampai dengan 06.00 WIB.

Dalam rentang waktu 6 jam, teramati 9 kali guguran lava pijar di Gunung Merapi. Dari 9 guguran lava pijar, jarak maksimum tercatat mencapai 500 meter.

"Guguran lava pijar teramati 9 kali jarak luncur maksimum 500 meter. arah kali Krasak," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam laporan tertulisnya, Kamis (7/1).

Selain itu secara visual teramati asap kawah berwarna putih. Ketinggian asap diperkirakan sekitar 100 meter di atas kawah.

"Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 100 m di atas puncak kawah," jelasnya.

Titik api diam terlihat dari lereng Gunung Merapi Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (5/1/2020). Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO

Sementara aktivitas seismik, tercatat gempa guguran terjadi 21 kali, lalu hembusan 26 kali, hybrid/fase banyak 70 kali, vulkanik dangkal 13 kali, dan tektonik jauh 2 kali.

"Gempa guguran jumlah 21 dengan amplitudo 4-34 mm dan durasi 16-76 detik," ujarnya.

Hingga saat ini, BPPTKG masih menetapkan status Merapi pada tingkat Siaga (Level III). Dengan status ini, potensi radius bahaya yaitu radius 5 kilometer dari puncak Merapi.

kumparan post embed

Sebelumnya, BPPTKG menyebut Gunung Merapi telah memasuki fase erupsi tahun 2021.

Fase tersebut ditandai dengan munculnya lava pijar di kubah lava 1997 pada Senin (4/1) malam lalu. Sebelumnya, Merapi sendiri telah mengalami fase erupsi pada tahun 2018-2019.