Gunung Slamet Waspada, Upacara 17 Agustus Jangan di Radius 2 Km Kawah

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Replika wayang di puncak Gunung Slamet. Foto: Naufal Abdurrasyid/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Replika wayang di puncak Gunung Slamet. Foto: Naufal Abdurrasyid/kumparan

Status Gunung Slamet ditingkatkan dari level I normal menjadi level II waspada sejak Jumat (9/8) pukul 09.00 WIB. Gunung Slamet memiliki ketinggian 3.432 mdpl itu terletak di Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal, dan Pemalang.

Kepala PVMBG Badan Geologi, Kasbani, mengimbau agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah Gunung Slamet. Termasuk, kata dia, jangan melakukan pendakian maupun upacara kemerdekaan 17 Agustus di radius tersebut.

"Jadi rekomendasi tidak ada aktivitas atau pendakian ke daerah 2 km dari kawah karena ada potensi erupsi dengan adanya kenaikan aktivitas tersebut, namun kan kapan terjadinya kan tidak tahu," kata dia di Kantor PVMBG, Kota Bandung, Jumat (9/8).

"Apalagi ini kan ada 17 Agustus itu ada upacara, jangan sampai naik di atas wilayah 2 km dari kawah," tambahnya.

kumparan post embed

Kasbani menyebut kini pemantauan aktivitas Gunung Slamet dilakukan secara baik. Pos pemantauan berada pada radius 8,5 km dari puncak dan dilengkapi dengan peralatan yang lengkap.

Berdasarkan hasil pemantauan, dari bulan Juni hingga tanggal 8 Agustus, diketahui asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dan memiliki ketinggian maksimum 300 meter dari atas puncak.

Selain itu, rekaman kegempaan tercatat telah terjadi 51.511 kali gempa hembusan, 5 kali gempa tektonik lokal, dan 17 kali gempa tektonik jauh. Adapun, tremor atau gerakan masih terus berlangsung hingga sekarang yang berada pada angka 0,5-2 milimeter.

"Kami punya pos di sana yang jaraknya 8,5 km dari puncak dan peralatan yang relatif komplit untuk peralatan sistem monitoringnya. Jadi untuk gunung ini relatif terpantau dengan baik," jelas Kasbani.

Kasbani menjelaskan erupsi yang berpotensi terjadi di Gunung Slamet berupa erupsi magmatik. Erupsi magmatikterakhir kali terjadi tahun 2014.

"Untuk peletusan Gunung Slamet ini umumnya magmatik bisa juga dia diawali dengan freatik rapi pada umumnya adalah magmatik dan gunung ini erupsi terakhir pada lima tahun yang lalu itu," jelas dia.