Gurita 4 Kelompok Preman di Priok, Kuasai 206 Perusahaan Jasa Angkutan
·waktu baca 1 menit

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengungkap 4 kelompok besar di Tanjung Priok yang merajai pungli dan premanisme. Masing-masing kelompok tersebut memeras dan menguasai total 206 perusahaan jasa angkutan.
Irjen Fadil Irman mengatakan, salah satu perusahaan yang menguasai jasa angkutan terbanyak yakni kelompok Haluan Jasa Perkasa. Mereka memegang 141 perusahaan jasa angkutan.
“Yang tadi kelompok kedua Haluan Jasa Perkasa. Menarik 141 jasa angkutan,” kata Fadil di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (17/6).
“Diamankan uang sebanyak Rp 177.349.500,” sambungnya.
Fadli menyebut, kelompok preman lainnya seperti Bad Boy menguasai 12 perusahaan jasa angkutan dengan total 134 unit truk kontainer, kelompok Sapta Jaya Abadi menguasai 23 perusahaan dengan 529 unit truk kontainer, dan terakhir kelompok Tanjung Raya Kemilau menguasai 30 perusahaan dengan total 809 unit kontainer.
“Terakhir kelompok Tanjung Raya Kemilau. Sebanyak 10 pelaku tersangka, kelompok ini mengorganisir 30 perusahaan truk kontainer 809 unit truk,” rinci Fadil.
Lebih lanjut, Fadil menuturkan, bahwa 4 kelompok tersebut memeras dengan modus menawarkan jasa pengamanan dan pengawalan pada truk yang masuk ke Tanjung Priok. Bila tak bersedia, para preman akan mengganggu aktivitas truk.
“Apabila ingin aman dari gangguan kelompok di jalan dari gangguan asmoro [preman] maka sebaiknya mereka bergabung,” tandasnya.
Berikut 4 kelompok pungli dan preman dengan barang bukti uang jutaan rupiah yang disita:
Kelompok Bad Boy diamankan 4 tersangka yakni pimpinan, staff, koordinator, dan koordinator asmoro (preman). Total pungli Rp 9.100.000.
Kelompok Haluan Jaya Perkasa diamankan 6 tersangka yakni pimpinan, admin, anggota, koordinator lapangan, hingga koordinator asmoro. Total pungli Rp 177.349.500
Kelompok Sapta Jaya diamankan 3 tersangka yakni pimpinan, koordinator lapangan, dan admin. Total pungli Rp 24.650.000
Kelompok Tanjung Raya Kemilau diamankan 10 tersangka yakni mulai dari pimpinan, koordinator lapangan, koordinator pungli, staff, hingga admin. Total pungli yang disita Rp 82.690.000.
