Guru SD Pulogebang Jadi Korban Tewas Tabrakan KRL di Bekasi, Pemprov DKI Berduka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengamati kondisi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengamati kondisi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

Seorang guru SDN Pulogebang 11, Nurlela, menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kereta api menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur. Pemprov DKI Jakarta menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Nurlela.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan kepergian Nurlela menjadi duka bagi dunia pendidikan di Jakarta. Sebab, almarhumah dikenal sebagai tenaga pendidik yang berdedikasi.

“Kami sangat berduka cita atas kepergian Ibu Nurlela, salah seorang guru kami yang berdedikasi. Atas nama seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Nahdiana dalam keterangannya, Selasa (28/4).

“Semoga almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberikan kesabaran serta kekuatan,” sambungnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemprov DKI melalui Dinas Pendidikan akan memberikan bantuan menyeluruh kepada keluarga korban, mulai dari pengurusan pemakaman, administrasi, hingga dukungan psikologis.

Langkah ini dilakukan bertujuan memastikan keluarga korban tidak menghadapi situasi sulit sendirian pascakejadian tersebut.

Gubernur Pramono Anung usai acara Intimate Dialogue: Kota Tua Update di Balairung, Balaikota DKI Jakarta (9/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung disebut telah memberikan perhatian khusus atas kepergian Nurlela.

“Bapak Gubernur Pramono Anung menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Ibu Nurlela. Beliau adalah pendidik yang berdedikasi tinggi dan telah mencerdaskan generasi penerus bangsa. Atas instruksi Bapak Gubernur, Pemprov DKI Jakarta akan mendampingi keluarga korban sepenuh hati, baik dalam pengurusan pemakaman maupun pemulihan psikologis,” kata Stafsus Pramono, Chico Hakim.

“Kami juga terus berkoordinasi intensif dengan semua pihak terkait agar penanganan dan tindak lanjut peristiwa ini dilakukan dengan cepat, tepat, dan transparan,” lanjut dia.

Selain itu, Pemprov DKI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan pascakecelakaan, serta mengajak masyarakat untuk turut mendoakan keluarga korban agar diberikan kekuatan.