Guru Spiritual Ritual Maut di Pantai Selatan Jember Selamat, Masih Dirawat di RS
·waktu baca 2 menit

Nurhasan (35), guru spiritual sekaligus pimpinan kelompok ritual Tunggal Jati Nusantara selamat dan kini masih dirawat di salah satu rumah sakit (RS) di Jember. Sebelumnya dia dirawat di Puskesmas Ambulu, Jember.
Tunggal Jati Nusantara merupakan nama kelompok klenik yang tewaskan 11 orang pesertanya saat berendam di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, pada Minggu (13/2) dini hari.
Total ada 23 peserta dalam aksi berendam di pantai selatan itu. Dari jumlah itu 11 orang tewas, 12 orang lainnya selamat, termasuk Nurhasan.
Keterangan dari seorang petugas Puskesmas Ambulu Jember, Nurhasan mengalami luka serius di sekujur tubuhnya. Dia tak menyebut luka di bagian mana yang parah itu.
"Awalnya ada 3 pasien korban Payangan di sini, termasuk yang atas nama Bapak Nurhasan. Tapi, satu pasien boleh pulang kondisinya membaik. Sementara, satu pasien lagi dan juga Pak Nurhasan dirujuk ke rumah sakit daerah dr. Soebandi," kata seorang perawat Puskesmas Ambulu yang namanya enggan ditulis, Senin (14/2).
Sementara itu, Wakil Direktur RSUD dr Soebandi Jember, Tri Wiranto, mengatakan telah menerima rujukan dua korban ritual itu dari puskesmas.
"Kemarin sore kami mendapat rujukan dua pasien dari Puskesmas Ambulu. Salah satunya memang Pak Nurhasan," kata dia.
Tri Wiranto belum dapat menjelaskan detail luka yang diderita oleh guru spiritual Tunggal Jati Nusantara mau pun salah seorang muridnya yang sedang dalam perawatan medis tersebut.
Alasannya, rumah sakit masih berupaya keras menangani pasien. Tentunya, setiap waktu penanganan medis selalu mengalami perubahan dengan tingkat yang berbeda.
"Kami sedang menangani pasien yang ada petugasnya masing-masing. Kami juga menerima penanganan jenazah para korban Pantai Payangan yang meninggal dunia," ujar Tri Wiranto.
