Gus Sholah: Jangan Sampai Ada Cagub Kena Kartu Merah

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Djarot seusai bertemu dengan Gus Sholah (Foto: Nadia Jovita/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Djarot seusai bertemu dengan Gus Sholah (Foto: Nadia Jovita/kumparan)

Calon Wakil Gubernur DKI petahana Djarot Saiful Hidayat menyambangi kediaman Salahuddin Wahid alias Gus Sholah sore tadi. Dalam pertemuan itu, mereka membahas Pilgub DKI.

Pertemuan berlangsung mulai pukul 16.40 WIB di rumah Gus Sholah, Jalan Bangka, Jakarta Selatan, Rabu (22/3). Djarot yang mengenakan kemeja koko berwarna merah muda, disambut oleh Adip Syaifuddin, putra Gus Sholah.

Keduanya terlihat saling memberikan salam dan berpelukan. Setelah berbincang sebentar, Djarot dipersilakan masuk ke dalam rumah. Gus Sholah yang memang sudah menunggu, langsung menyambut.

Djarot disambut Adip Syaifuddin. (Foto: Nadia Riso/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Djarot disambut Adip Syaifuddin. (Foto: Nadia Riso/kumparan)

Mengawali perbincangan, keduanya sempat bicara mengenai wafatnya Hasyim Muzadi beberapa waktu lalu. Pertemuan lalu berlangsung tertutup dan selesai sekitar 45 menit kemudian atau pukul 17.22 WIB.

Djarot disambut Adip Syaifuddin. (Foto: Nadia Riso/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Djarot disambut Adip Syaifuddin. (Foto: Nadia Riso/kumparan)

"Ini silaturahmi menyambung kemarin kami datang di (pesantren) Tebu Ireng. Intinya adalah mohon doa restu dan mohon izin karena kita akan menggunakan nama Kiai Haji Hasyim Asyari sebagai nama Masjid Raya yang sebentar lagi akan diresmikan oleh Pak Jokowi," papar Djarot usai pertemuan.

Baca: Djarot Minta Izin Gus Sholah Beri Nama Masjid Raya Hasyim Asyari

"Alhamdulilah beliau memberikan izin untuk menggunakan nama kakek beliau sebagai Masjid Raya di Jakarta Barat," imbuhnya.

Sementara Gus Sholah tak menampik bahwa pertemuan itu turut membahas Pilgub DKI. Gus Sholah berpesan agar putaran dua berlangsung damai, dan tidak ada yang kena 'kartu merah'.

"Kompetisi itu harus sehat. Main bola itu kan ada free kick, ada penalti. Kalau penalti biasanya berhasil gol. Kalau free kick tendangan bebas. Nah, ini kan kita jangan sampai kena kartu merah. Ya namanya permainan selalu ada pemain yang tidak dapat mengendalikan diri, kasar," beber Gus Sholah.

Pertemuan Djarot dengan Gus Sholah (Foto: Nadia Jovita/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pertemuan Djarot dengan Gus Sholah (Foto: Nadia Jovita/kumparan)

"Tidak boleh ada perpecahan, kita saling menghormati, saling menghargai. Toh, apapun juga kita adalah bangsa Indonesia. Itu adalah warisan yang kita jaga," tegasnya.

Gus Sholah membantah ada dukungan dalam pertemuan itu, karena sebelumnya Gus Sholah sudah lebih dulu bertemu dengan Anies dan Sandi.

"Rasanya ndak. Ndak ada dukungan kepada siapapun juga. Kemarin kan Saudara Anies dan Sandi kemari ya monggo saja, kita kan silaturahim. Itu kan jadi kekuatan kita," ucap Gus Sholah.

Baca: Anies-Sandi Temui Gus Sholah Bahas Pilgub DKI